Tanda-tanda Seseorang adalah Teman yang Fake
- 03 Des 2025 07:35 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Saat ini, kita mungkin sudah sulit membedakan mana orang yang punya niat tulus untuk berteman, mana yang hanya punya niat terselubung alias fake. Oleh sebab itu, memilih-milih teman bahkan sahabat adalah sebuah keharusan dilakukan pada saat ini.
Sekalipun kita sudah lama menjalin pertemanan dengan seseorang, namun tidak menutup kemungkinan ia bisa menjadi teman yang fake. Teman palsu ini biasanya akan datang ketika itu hanya menguntungkan baginya saja.
Sementara orang yang benar-benar tulus untuk berteman adalah yang bisa menjadi sumber dukungan emosional dan praktis yang berharga. Sayangnya, tidak banyak yang menyadari bahwa pertemanan itu bisa mempengaruhi mental seseorang.
Ketika mempunyai teman baik, tentu kesehatan mental kita jadi lebih sehat, sedangkan orang yang stay dengan teman palsu akan sulit merasakan kenyamanan dan bahkan menimbulkan gangguan mental seperti kecemasan hingga depresi. Banyaknya "topeng" yang digunakan oleh orang saat ini, membuat kita pasti sulit mengetahui siapa yang termasuk teman yang fake maupun tidak.
Nah agar kamu tidak terjebak dengan orang toksik semacam ini, begini cara mengetahui siapa teman fake kamu, seperti dikutip Very Well Mind.
1. Inkonsistensi
Teman palsu cenderung ada saat mereka membutuhkan sesuatu, tapi tidak saat kita membutuhkan sesuatu. Mereka mungkin menghilang atau membuat alasan pada saat kita membutuhkan mereka.
2. Keberpihakan
Kalau temanmu sudah menunjukkan keberpihakannya terhadap teman yang lain, bisa saja dia bukan teman sejati. Lalu, kalau percakapan kalian hanya sebatas tentang kehidupannya, pendapatnya, atau dirinya sendiri, artinya dia tidak tertarik sama kita.
3. Tidak bisa diandalkan
Mereka mungkin tidak bisa diandalkan dan jarang menepati janjinya. Kita mungkin akan merasa sulit untuk mengandalkan mereka dalam hal apapun.
Misalnya mereka mungkin membuat rencana dan terlihat mendukung kita, tapi di menit-menit terakhir, ia bisa saja membatalkan janji dan tidak mengacuhkan perasaan kita.
4. Berkhianat
Kesetiaan bukan hanya tentang kekasih, tapi juga teman perlu menjadi seseorang yang setia. Jika mereka berani untuk menceritakan rahasia tanpa izin, membicarakan hal buruk di belakang, dan menyebarkan rumor tidak mendasar tentang kita, artinya dia sudah mengkhianati pertemanan kalian.
5. Tidak menghormatimu
Teman fake mungkin akan mengabaikan, meremehkan, mengejek, atau mudah untuk mempermalukan kita di depan orang lain. Lalu kemudian setelah tindakannya itu, mereka menyebutnya dengan "candaan", padahal itu adalah tanda dia tidak bisa menghargai kita sebagai temannya.
6. Perilaku yang menyakitkan
Mereka mungkin menyangkal kita dengan mengatakan atau melakukan hal-hal yang menyakiti kita, namun mengklaim kalau mereka sedang membantu kita. Misalnya mereka mengomentari pakaian yang kita kenakan jelek hari ini, dan semua yang dikatakannya jujur juga berusaha membantu. Padahal, itu adalah tindakan yang menyakitkan hati.
7. Cemburuan
Teman yang fake mungkin akan merasa terancam dengan kesuksesan yang sudah kita raih. Alih-alih merasa bangga kepadamu, ia justru meremehkan dan memandang pencapaian kita bukan apa-apa.
8. Bersyarat
Apapun hubungannya, give and take adalah sesuatu cara yang sehat agar kita tidak terjebak dalam "cinta yang sepihak". Kalau hanya kita yang memberikan apa yang mereka butuhkan, sedangkan kita tidak diberikan apapun olehnya, mungkin saja karena mereka cuma ada maunya berteman dengan kita.
9. Memanipulasi
Jika kita punya teman yang menggunakan rasa bersalah kita kepadanya, memanipulasi, dan memeras perasaan, itu bukan seseorang yang pantas disebut teman. Mereka dengan mudah menyakiti tentu bukan teman sejati.
10. Tidak punya batasan
Berteman pun harus punya batasan sekecil apapun. Jika seseorang sudah melanggar batasan seperti ikut campur dalam ruang pribadi, privasi, bahkan emosional, itu adalah ciri-ciri teman yang fake.
Pada dasarnya setiap orang itu baik, namun ada hal-hal yang mungkin mengubah jalan pikiran dan keputusannya hingga menjadi orang yang buruk seperti teman fake. Seseorang yang disebut teman fake ini nyatanya bisa mempunyai alasan tertentu sampai membuatnya seperti itu.
Misalnya saja ia tumbuh di keluarga yang melanggengkan keegoisan diri. Orang yang egois dan hanya berfokus pada diri sendiri saja mungkin memanfaatkan seseorang untuk mencapai tujuannya tanpa memikirkan kesejahteraan orang lain.
Ada juga orang yang berjuang dengan harga diri rendah menggunakan persahabatan palsu sebagai cara meningkatkan kepercayaan diri itu. Selain itu, masalah kesehatan mental juga bisa membuat seseorang menjadi teman yang fake, narsisme salah satunya.
Orang narsistik cenderung mempunyai harga diri yang berlebihan, kurangnya empati terhadap orang lain, dan kemauan untuk memanfaatkan orang lain untuk mencapai tujuan mereka. Selanjutnya, orang dengan kecenderungan psikopat mungkin merupakan teman palsu.
Psikopat ditandai dengan kurangnya empati, perilaku manipulatif, dan pengabaian terhadap hak dan perasaan orang lain. Dan yang terakhir adalah trauma masa kecil yang belum usai.
Pengalaman sulit di masa kanak-kanak juga bisa berperan. Orang tersebut bisa saja mengalami masa-masa sulit semasa anak-anak dan tidak pernah melampaui pola pikir untuk bertahan hidup.
Namun terlepas dari alasan orang tersebut bersikap "fake" seberat apapun alasannya bukan jadi alasan membiarkan diri sendiri dimanfaatkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....