Berapa Kali Sehari Idealnya Kita Makan?

  • 30 Nov 2025 16:59 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Banyak orang yang secara tradisional berpegangan pada aturan makan tiga kali sehari: sarapan, makan siang, dan makan malam. Namun, di tengah beragamnya gaya hidup dan tujuan kesehatan (seperti diet atau pengelolaan penyakit tertentu), muncul pertanyaan: berapa kali sehari makan yang paling ideal untuk tubuh kita?

Jawabannya ternyata tidak tunggal, melainkan sangat bergantung pada kebutuhan individual, kondisi kesehatan, dan preferensi.

1. Pilihan Populer: Tiga Kali Makan Besar

Untuk kebanyakan orang sehat dengan aktivitas normal, makan tiga kali sehari (dengan porsi wajar) masih menjadi rekomendasi umum yang dianjurkan. Pola ini membantu memastikan asupan energi dan nutrisi yang stabil sepanjang hari.

Sarapan: Penting untuk memulai metabolisme. Dianjurkan dalam 1-2 jam setelah bangun tidur.

Makan Siang: Untuk mengisi ulang energi sekitar 5-6 jam setelah sarapan.

Makan Malam: Sebaiknya dikonsumsi lebih awal (misalnya, sebelum jam 7 malam) untuk memberi jeda waktu sebelum tidur, yang penting untuk pengelolaan berat badan dan kualitas tidur.

2. Pilihan Fleksibel: Sering dengan Porsi Kecil (5-6 Kali Sehari)

Bagi sebagian orang, terutama mereka yang sedang dalam program diet, ingin menjaga gula darah tetap stabil, atau memiliki kondisi medis tertentu (seperti penyakit maag), frekuensi makan yang lebih sering dengan porsi kecil bisa menjadi lebih ideal.

Beberapa ahli gizi menyarankan frekuensi makan setiap 2 hingga 3 jam sekali. Pola ini biasanya terdiri dari 3 kali makan utama (sarapan, makan siang, makan malam) yang diselingi 2-3 kali camilan sehat (seperti buah, yogurt, atau biskuit gandum utuh).

Keuntungan makan sering dengan porsi kecil:

Mengontrol Rasa Lapar: Mencegah rasa lapar yang berlebihan yang bisa memicu makan berlebih di waktu makan berikutnya.

Stabilitas Gula Darah: Asupan makanan yang lebih sering dalam jumlah kecil dapat membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil.

Sumber Informasi: Secara umum, anjuran untuk sebagian besar orang adalah makan 3 kali sehari. Namun, bergantung pada kebutuhan tubuh Anda, makan sebanyak 5-7 kali dalam sehari (dengan porsi sedikit) atau setiap 2-3 jam sekali bisa menjadi lebih baik jika Anda tidak nyaman dengan porsi makan yang sedikit. (Diakses dari Hello Sehat, 2020).

3. Faktor Penentu Frekuensi Makan Ideal

Idealnya, frekuensi makan harus disesuaikan dengan:

Tujuan Kesehatan: Orang yang ingin menambah massa otot mungkin membutuhkan lebih banyak asupan protein yang dibagi dalam beberapa waktu. Sementara penderita maag dianjurkan makan sedikit tapi sering.

Aktivitas Fisik: Individu dengan aktivitas fisik tinggi (atlet) membutuhkan asupan energi yang lebih sering untuk menggantikan kalori yang terbakar.

Kondisi Medis: Penderita diabetes perlu memantau frekuensi dan jenis makanan agar gula darah tidak melonjak.

Jadwal Harian: Jam kerja dan pola tidur yang berbeda akan memengaruhi kapan waktu terbaik untuk mengonsumsi makanan utama dan camilan. Tidak ada satu pun aturan baku yang cocok untuk semua orang.

Tiga kali sehari

adalah panduan yang baik dan mudah diikuti. Namun, jika Anda merasa lebih berenergi dan lebih mudah mengontrol porsi dengan makan 5-6 kali sehari yang mencakup camilan sehat, maka pola tersebut bisa jadi lebih ideal untuk Anda. Hal terpenting bukanlah semata-mata menghitung berapa kali Anda makan, melainkan memastikan bahwa setiap kali makan, Anda mengonsumsi makanan yang sehat, bergizi seimbang, dan sesuai dengan kebutuhan kalori harian Anda. Jika ragu, selalu konsultasikan dengan ahli gizi profesional untuk mendapatkan panduan pola makan yang paling tepat bagi kondisi tubuh Anda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....