Psikolog Imbau Hindari Membandingkan Hubungan dengan Media Sosial
- 31 Okt 2025 18:06 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Belakangan ini, para pasangan semakin aktif memperlihatkan sisi terbaik dari hubungan mereka di media sosial. Namun menurut para psikolog, kebiasaan membandingkan hubungan pribadi dengan unggahan “sempurna” di platform digital justru bisa membawa tekanan emosional dan merusak kualitas relasi.
Membandingkan pasangan saat ini dengan standar yang ditampilkan orang lain di media sosial dapat menghambat proses membangun fondasi yang sehat. Fenomena ini bukan tanpa alasan.
Sebuah artikel di platform Kumparan menyoroti bagaimana media sosial menciptakan standar pasangan yang tidak realistis -mulai dari liburan mewah, foto kemesraan, hingga ekspektasi harus selalu bahagia. Lebih dari itu, penelitian juga menunjukkan bahwa pengguna media sosial yang sering melakukan perbandingan sosial cenderung memiliki harga diri yang lebih rendah.
Untuk menanggulangi hal tersebut, para psikolog menyarankan beberapa langkah praktis. Pertama, sadari bahwa apa yang ditampilkan di media sosial hanyalah cuplikan dari kehidupan seseorang, bukan keseluruhan cerita.
Kedua, tetapkan kesepakatan bersama dengan pasangan mengenai bagaimana menggunakan media sosial dalam menjalani hubungan -misalnya kapan waktu untuk offline dan interaksi tanpa gadget. Ketiga, alihkan fokus dari “bagaimana kita tampil di luar” ke “bagaimana kita merasa di dalam” -yakni komunikasi, kepercayaan, dan perkembangan bersama.
Dengan pendekatan seperti itu, pasangan diharapkan dapat menjaga hubungan dari jebakan membandingkan diri dengan standar “sempurna” yang berseliweran di media sosial -dan kembali ke esensi hubungan: saling hadir, saling mendukung, bukan sekadar saling unggah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....