Fenomena HTS di Kalangan Anak Muda, Bahaya atau Tidak?

  • 23 Agt 2025 08:36 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: HTS atau hubungan tanpa status menjadi salah satu fenomena yang semakin sering ditemui dalam kehidupan anak muda.

Jika dulu, hubungan antar dua orang biasanya jelas apakah berteman, pacaran, atau bahkan menikah, sekarang justru banyak yang memilih jalur abu-abu. HTS sendiri adalah hubungan yang terlihat dekat secara emosional, tapi tidak ada kepastian statusnya. Fenomena ini memunculkan banyak pembahasan, karena dianggap mencerminkan rumitnya hubungan di era sekarang.

Ada beberapa alasan mengapa banyak anak muda memilih menjalani hubungan tanpa status. Salah satunya karena mereka masih diliputi kebingungan tentang jati diri, tentang apa yang diinginkan, dan tentang arah yang harus dituju.

Rasa takut juga turut hadir karena perlakuan dari masa lalu membuat mereka menjadi takut untuk terikat dalam hubungan.

Media sosial ikut mendorong anak muda untuk memilih hubungan tanpa status. Hal ini membentuk cara pandang baru tentang hubungan, di mana kedekatan emosional bisa ditampilkan dan dipamerkan tanpa perlu ada kejelasan status resmi.

Meski terlihat nyaman, HTS sebenarnya menyimpan berbagai risiko. Salah satunya adalah ketidakseimbangan perasaan, di mana satu pihak mungkin menginginkan lebih, sementara pihak lain tetap mempertahankan posisi “abu-abu.” Akibatnya, hubungan seperti ini sering berujung pada kekecewaan atau bahkan ghosting.

Penelitian psikologi menunjukkan bahwa hubungan yang penuh ketidakpastian atau ambiguitas dapat berdampak negatif pada kondisi mental. Studi dalam Frontiers in Psychology (2022) menemukan bahwa ketidakpastian hubungan berhubungan dengan meningkatnya kecemasan, depresi, dan gejala somatisasi. Temuan serupa juga muncul dalam penelitian tentang Relational Ambiguity Scale (2020) yang menunjukkan bahwa semakin tinggi ambiguitas hubungan, semakin besar risiko stres dan ketidakpuasan dalam relasi.

Langkah pertama untuk mengakhiri hubungan tanpa status adalah berbicara dengan jujur tentang apa yang sebenarnya Anda harapkan dari hubungan tersebut.

Pilihlah waktu yang tepat untuk membicarakannya, dan berikan kesempatan bagi pasangan untuk menyampaikan perasaannya juga.

Percakapan tersebut pada akhirnya bisa menghasilkan dua kemungkinan, hubungan menjadi jelas, atau justru berakhir dengan orang tersebut. Meski kemungkinan kedua terasa menyakitkan, setidaknya Anda sudah mempersiapkan diri.

Tanpa adanya status resmi, hubungan tanpa status memang rawan berakhir sewaktu-waktu, sehingga dampaknya bisa cukup berat bagi kondisi emosional Anda.

Penting bagi anak muda untuk mengenali perasaan diri sendiri, menetapkan batas, dan berani berbicara jujur agar tidak terjebak dalam ketidakjelasan yang menyakitkan.

Dengan kesadaran dan komunikasi yang baik, HTS bisa dijalani dengan lebih sehat, atau diakhiri dengan cara yang dewasa, sehingga masing-masing pihak tetap bisa melangkah maju tanpa menimbulkan luka yang berkepanjangan.

(Shobilatul Fadhilah_IPB Cirebon)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....