Mengapa Hari Jumat Terasa Lebih Pendek?

  • 22 Agt 2025 11:31 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Banyak orang merasa hari Jumat berlalu lebih cepat dibandingkan hari-hari lainnya. Fenomena ini bukan hanya perasaan semata, melainkan bisa dijelaskan secara ilmiah maupun kultural menurut para ahli.

Persepsi waktu sangat dipengaruhi oleh emosi dan aktivitas seseorang. Hari Jumat umumnya dikaitkan dengan rasa senang karena akhir pekan sudah dekat. Saat seseorang merasa bahagia atau antusias, otak cenderung memproses waktu lebih cepat.

Dari sisi budaya, masyarakat Indonesia—khususnya umat Muslim—menyambut hari Jumat dengan kegiatan ibadah seperti salat Jumat, serta jam kerja yang biasanya lebih singkat. Beberapa kantor dan sekolah bahkan memangkas jam operasional, sehingga secara objektif hari ini memang lebih pendek dibandingkan hari kerja lainnya.

Tak hanya itu, studi yang dipublikasikan dalam jurnal Time Perception (2021) menyebutkan bahwa rutinitas berbeda di hari Jumat, seperti mengenakan pakaian kasual atau mengadakan makan siang bersama tim, turut memengaruhi persepsi waktu. Variasi rutinitas harian ini membuat otak merespons waktu dengan cara yang lebih fleksibel.

Dengan kombinasi faktor psikologis dan budaya tersebut, tak heran bila hari Jumat terasa “melaju” lebih cepat. Menurut para ahli, justru hal ini bisa dimanfaatkan sebagai momen refleksi sekaligus persiapan mental menyambut akhir pekan dengan lebih positif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....