Fawning: Tren Respons Stres di Kalangan Gen Z
- 12 Agt 2025 09:38 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Fenomena fawning, yaitu keinginan berlebihan untuk menyenangkan orang lain demi menghindari konflik atau penolakan, kini semakin populer di kalangan Generasi Z. Konsep ini merupakan respons stres adaptif yang dikenal dalam psikologi sebagai alternatif dari fight, flight, atau freeze, dan kini terlihat sebagai strategi bertahan hidup di masa modern.
Menurut para ahli seperti terapis Meg Josephson dan sumber psikologis lainnya, fawning sering berkembang dari pengalaman trauma relasional masa kecil atau lingkungan emosional yang tidak stabil. Namun, yang membuat perilaku ini makin meluas di kalangan Gen Z adalah paparan terus-menerus terhadap media sosial: kebutuhan validasi instan, ketidakpastian penerimaan online, dan tekanan adaptasi digital memperkuat pola tersebut.
Meski awalnya adaptif, fawning bisa menimbulkan dampak negatif jangka panjang: mengikis otonomi, menyebabkan kesulitan menetapkan batasan, hingga memicu kelelahan emosional. Siklus mengirim pesan berulang demi kepastian atau mencari persetujuan eksternal—termasuk melalui AI seperti ChatGPT—hanya memberikan kelegaan sementara, bahkan dikhawatirkan memperparah kondisi psikologis seperti Relationship OCD.
Kabar baiknya, perilaku fawning bukanlah identitas permanen. Meg Josephson menyatakan bahwa ini adalah pola protektif yang bisa dikenali dan diubah melalui kesadaran (mindfulness), jeda sebelum merespons, serta pembiasaan menetapkan batasan personal. Proses terapeutik dan refleksi diri menjadi kunci membebaskan diri dari kebutuhan validasi eksternal dan membangun hubungan yang lebih sehat.
Dengan literasi kesehatan mental yang makin baik, Gen Z kini lebih terbuka membicarakan isu seperti fawning—suatu langkah penting untuk menyadari, mengatasi, dan bergerak menuju keautentikan emosional. Meskipun media sosial memperparah tekanan psikologis, generasi ini juga berpeluang menjadi yang pertama untuk secara kolektif melepaskan diri dari pola people-pleasing dan menumbuhkan kecintaan pada diri sendiri yang lebih sehat.
(Sumber: The Economic Times, Medcom.id)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....