Kesaktian Segelas Teh Hangat

  • 15 Apr 2025 08:58 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Disadari atau tidak ketika dingin atau hujan turun banyak diantara kita yang kemudian meminum teh hangat. Teh hanget, ayau sebagian besar kita menyebutnya teh anget. Sebuah minuman yang selalu ada, penuh dengan nilai sederhana, namun sakti mandraguna. Masyarakat seantero Nusantara sudah pasti kenal betul dengan kesaktian minuman satu ini. Bagaimana tidak? Apapun keadaannya, minumannya pasti teh anget. Baik pada saat menyenangkan, seperti pendamping mi instan di kala hujan, hingga pada saat yang tidak menguntungkan, seperti sehabis mengalami kecelakaan. Teh anget, selalu menjadi pilihan bagi setiap lapisan masyarakat kita.

Begini contohnya. Ketika mengawali hari, baik dihiasi hujan atau terik mentari yang malu-malu, segelas teh hangat selalu mampu memberi sensasi yang nikmat. Kemudian, apabila badan merasa kurang sehat akibat basah kuyub menembus hujan atau apapun, teh anget plus cairan pintar anti angin akan tampil sebagai penyelamat hari. Bahkan pada masa-masa terburuk, misalnya ketika seseorang menjadi korban pesta semalaman atau ketika terjadi insiden seperti kecelakaan, teh anget adalah yang pertama hadir memberi pertolongan, bahkan jauh sebelum tim paramedis datang. Teh anget adalah penyelamat segala keadaan.

Jika kita menengok sedikit ke belakang, ternyata teh anget memang telah menjadi healer sedari bangku sekolahan. Tentu kita tidak lupa, betapa ampuhnya teh anget untuk bermacam penyakit yang diderita para pelajar. Mulai dari menyadarkan korban pingsan saat upacara bendera; meredakan permasalahan pencernaan dan demam dadakan pelajar yang terbaring lemah di Unit Kesehatan Sekolah, hingga mampu menyadarkan pelajar yang katanya kesurupan.

Dikutip dari National Geographic Indonesia, setelah diusut jauh hingga ke masa lampau, ternyata teh anget telah konsisten menunjukkan khasiatnya. Sejak awal ditemukan di daratan China pada tahun 2373 Sebelum Masehi, sajian teh terus tampil sebagai obat. Kepopuleran khasiat minuman ini bahkan dengan cepat merebak ke wilayah-wilayah lain seperti Jepang dan Korea, bahkan turut digemari para penjelajah asal Eropa, terutama daratan Britania Raya. Di Indonesia sendiri, konsumsi teh yang awalnya hanya dikonsumsi oleh Bangsawan, lambat laun menyebar ke akar rumput dan menjadi hal yang biasa dikonsumsi khalayak.

Sejak awal berkembang di kalangan elite negeri China sampai akhirnya bisa kita nikmati bersama, teh juga dipercaya sebagai peningkat imunitas yang nikmat karena rasanya memang tidak getir layaknya obat. Oleh karena itu, teh hangat terus disajikan di setiap situasi dan suasana, baik sebagai pelepas dahaga saat berbuka puasa, hingga langkah pertama ketika merespons masalah kesehatan. Selain itu, ternyata teh hangat juga ampuh untuk berbagai kebutuhan kesehatan lain. Misalnya meredakan flu di musim penghujan, menurunkan berat badan, mencegah kerusakan serta merawat sel dan organ tubuh, menjadi stimulan relaksasi, dan yang paling utama, meningkatkan imunitas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....