Bakteri Bacillus Cereus da lam Latio Sebabkan Gangguan Kesehatan
- 03 Nov 2024 09:00 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Badan pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melarang masyarakat untuk membeli dan mengonsumsi jajan impor asal China, Latiao. BPOM juga telah menarik dan memusnahkan produk tersebut akibat kejadian luar biasa keracunan pangan (KLBKP) di sejumlah wilayah Indonesia.
Berdasarkan pengujian yang dilakukan BPOM, terdapat bakteri Bacillus cereus (B cereus) dalam Latio yang membuat orang yang mengonsumsinya keracunan. Bakteri pembentuk spora ini berukuran sangat kecil dan bisa menghasilkan zat toksin.
"Produk ini menghasilkan toksin yang menyebabkan gejala keracunan berupa sakit perut, pusing, mual, muntah, sesuai dengan laporan dari korban," kata Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam konferensi pers, Jumat (1/11/2024).
Berkembangnya bakteri Bacillus cereus (B cereus) dalam Latio biasanya disebabkan oleh suhu, udara, dan aspek sterilitas saat pengemasan latiao yang kurang baik.
“Sumbernya boleh jadi dua-duanya, bisa sumbernya dari pada saat jadi produksi sudah ada bakterinya, karena kita tidak ikut menyampuri tempatnya, karena kan produksinya tidak di sini (Indonesia),” kata Taruna.
“Atau dia berkembang dari bahannya, karena fase waktu suhu, udara, dan sebagainya ini dia (Bacillus cereus) tumbuh. Karena kan bakteri seperti itu, kalau bukan di tempat steril dengan tempat tertentu, dia bisa tumbuh,” ujarnya.
Adapun menurut Cleveland Clinic ada beberapa ciri gejala keracunan bakteri B Cereus, diantaranya nyeri dan kram perut, diare, dan muntah. Adapun yang lebih parah bakteri B cereus bisa menyebabkan nyeri mata, kelelahan, demam, meningkatnya sel darah putih, dan gangguan penglihatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....