Bulog Pastikan Program Pangan Murah Berlanjut di Wilayah Cirebon

  • 07 Okt 2026 12:57 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Perum Bulog Cabang Cirebon memastikan program penyediaan dan penyaluran pangan murah akan terus dilanjutkan untuk menjaga ketersediaan bahan pangan serta keterjangkauan harga bagi masyarakat. Keberlanjutan program tersebut dilakukan melalui dukungan kebijakan Badan Pangan Nasional atau Bapanas bersama pemerintah untuk menjaga stok pangan Bulog tetap tersedia di wilayah Cirebon.

Wakil Kepala Perum Bulog Cabang Cirebon, Sandi Kusuma, mengatakan keberlanjutan program menjadi bagian penting karena Bulog memiliki tanggung jawab untuk menjaga stok pangan agar tetap tersedia dan dapat disalurkan ketika masyarakat membutuhkan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan dalam jangka pendek, tetapi diarahkan untuk terus berjalan pada periode berikutnya.

“Kami melalui program dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dari pemerintah itu kegiatan ini akan berlanjut secara menerus,” ujar Sandi dalam Dialog “Cirebon Menyapa”, Senin, 5 Oktober 2026. Ia mengatakan Bulog harus menjaga stok pangan agar tidak sampai kosong sehingga kegiatan penyaluran kepada masyarakat dapat terus dilakukan.

Keberlanjutan tersebut juga berkaitan dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah atau GPM yang dilakukan Bulog bersama Dinas Ketahanan Pangan serta pihak terkait untuk menjangkau masyarakat di berbagai wilayah. Penyaluran dapat dilakukan di pasar, kecamatan, desa, maupun lokasi yang dinilai membutuhkan intervensi harga pangan.

Sandi menjelaskan keberadaan stok yang memadai menjadi salah satu dasar agar program pangan murah dapat berjalan secara berkelanjutan, terutama ketika harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan. Bulog juga terus melakukan pengadaan komoditas lain seperti minyak goreng, tepung, dan gula untuk melengkapi pilihan pangan yang dapat disalurkan kepada masyarakat.

Untuk minyak goreng, Bulog menyediakan Minyak Kita yang merupakan komoditas penugasan pemerintah serta minyak premium yang diperoleh melalui kerja sama dengan distributor. Sementara untuk gula dan tepung, Bulog melakukan kerja sama dengan pihak swasta atau distributor yang berada di wilayah Cirebon, sedangkan komoditas daging belum mendapat penugasan khusus dari pemerintah.

Sandi menegaskan keberlanjutan program tersebut pada akhirnya diarahkan untuk menjaga agar masyarakat tetap memperoleh bahan pangan dengan harga yang dapat dijangkau sesuai kondisi wilayah masing-masing. Dengan dukungan program pemerintah dan pengelolaan stok Bulog, intervensi terhadap harga pangan diharapkan dapat terus dilakukan ketika terjadi kenaikan harga atau gangguan pasokan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....