MAN 2 Cirebon Perkuat Akhlak dan Pembiasaan untuk Bentengi Siswa

  • 02 Okt 2026 17:35 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Penguatan akhlak, pembiasaan keagamaan, dan pendampingan siswa menjadi metode yang diterapkan MAN 2 Kabupaten Cirebon untuk membentengi peserta didik dari paparan konten negatif di ruang digital. Langkah tersebut dinilai penting karena kedekatan generasi muda dengan media sosial membuat siswa membutuhkan kemampuan untuk memahami dan menyaring informasi, termasuk konten keagamaan yang mereka temui melalui perangkat digital.

Kepala MAN 2 Kabupaten Cirebon, H. Ibnu Katsir, M.Pd.I, mengatakan penguatan tersebut dilakukan melalui pendidikan agama dan pembiasaan yang diterapkan secara rutin dalam keseharian siswa. Pernyataan itu disampaikan dalam Dialog “Cirebon Menyapa” RRI Cirebon yang disiarkan Selasa, 29 September 2026, dengan tema Kemenag Kabupaten Cirebon Siapkan Satgas Literasi Agama Hingga Kecamatan.

“Karena di samping setelah pulang, itu kan langsung ke pesantren. Alhamdulillah ya, langsung ke pesantren. Kalau dengan masyarakat umum, nah sekarang di lingkungan kami itu ada madrasah-madrasah swasta, ada kepala sekolah, ada SMA, ada SMK, dan sebagainya,” ujar Ibnu.

Ia menjelaskan, siswa MAN 2 Cirebon yang berada di lingkungan pesantren juga memiliki pembatasan dalam penggunaan telepon seluler, sehingga perangkat tersebut hanya digunakan ketika diperlukan untuk pembelajaran maupun asesmen atau ujian. Kondisi tersebut kemudian diperkuat dengan pembiasaan kegiatan keagamaan sejak pagi hingga akhir kegiatan di madrasah.

“Alhamdulillah untuk di MAN 2 Cirebon sih yang ya sudah dilakukan kepada anak-anak didik kita, yang kebetulan juga memang anak itu jarang memakai HP ya. Karena memang di pondok pesantren itu dilarang membawa HP,” kata Ibnu.

Pembiasaan yang diterapkan antara lain mengaji pada pagi hari, melaksanakan salat berjamaah pada siang hari, menganjurkan salat Dhuha, serta melakukan doa bersama sebagai bagian dari kegiatan rutin siswa. Menurut Ibnu, pembiasaan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan “rem” kepada siswa agar tidak mudah terpapar maupun mengikuti hal-hal negatif yang ditemukan di lingkungan digital maupun masyarakat.

“Sehingga kita tiap hari memberikan pembiasaan-pembiasaan kepada anak-anak ya. Di antaranya soal pagi itu anak kita mengaji dulu gitu kan, kemudian siang kita dilaksanakan shalat berjamaah,” ucap Ibnu.

Selain pembiasaan keagamaan, MAN 2 Cirebon juga memanfaatkan kegiatan OSIS, MPK, jurnalistik, Humas, dan berbagai ekstrakurikuler sebagai ruang positif bagi siswa untuk beraktivitas sekaligus menyampaikan informasi kepada teman-temannya. Ibnu menyebut kegiatan tersebut juga dapat diarahkan untuk memberikan pemahaman mengenai persoalan yang dihadapi pelajar, termasuk bullying, tawuran, geng motor, dan penyalahgunaan narkoba.

“Dan mungkin dengan banyaknya kegiatan-kegiatan OSIS di madrasah, itu juga bagian daripada penting menunjang anak-anak untuk tidak melakukan hal yang negatif. Sehingga anak-anak madrasah kita ini ketika membuka HP, membuka kegiatan siswa itu ya luar biasa antusias,” kata Ibnu.

Sementara itu, untuk meningkatkan daya kritis siswa terhadap konten keagamaan, Ibnu menekankan pentingnya edukasi, sosialisasi, dan penguatan akhlak secara berkelanjutan dengan melibatkan guru serta unsur keagamaan lainnya. Ia berharap pendekatan tersebut dapat membuat siswa lebih mampu membedakan informasi yang bermanfaat dari konten yang berpotensi memberikan pengaruh negatif, sekaligus mendorong generasi muda menjadi pribadi yang cerdas dan berperilaku baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....