Sekolah Inklusif Perlu Bebas Diskriminasi dan Penuhi Aksesibilitas

  • 29 Agt 2026 17:05 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Lingkungan sekolah yang aman dan ramah bagi penyandang disabilitas perlu menjamin kesetaraan tanpa adanya diskriminasi. Sekolah juga perlu menyediakan aksesibilitas serta pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan setiap peserta didik.

Wakil Kepala Sekolah SLB Mutiara Bunda, Rusdin, S.Pd., Gr. mengatakan, sekolah yang aman bagi peserta didik penyandang disabilitas merupakan lingkungan yang memungkinkan seluruh siswa belajar dan bermain bersama tanpa diskriminasi. Setiap anak juga perlu memperoleh pendidikan sesuai dengan bakat, kemampuan, dan kebutuhannya.

Menurutnya, pemenuhan hak aksesibilitas menjadi bagian penting dalam menciptakan sekolah yang inklusif. Bagi peserta didik tunanetra maupun tunarungu, misalnya, sekolah perlu menyediakan alat bantu dan dukungan tenaga pendidik yang sesuai.

“Ketika untuk tunanetra misalnya atau tunarungu, berarti harus ada alat bantu dengar atau ada guru bahasa isyarat kalau bisa, dan alat-alat bantu pembelajaran,” ujarnya kepada RRI, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Baca juga: Sekolah Umum Dinilai Perlu Beri Ruang bagi Anak Disabilitas

Rusdin menambahkan, pembelajaran bagi peserta didik penyandang disabilitas tidak dapat disamakan sepenuhnya dengan siswa pada umumnya. Materi dan rencana pembelajaran perlu disesuaikan agar proses pendidikan dapat diakses dan diikuti sesuai kemampuan masing-masing anak.

Ia menilai, masih menyamakan pembelajaran bagi siswa disabilitas dengan siswa lainnya menunjukkan bahwa aspek aksesibilitas belum sepenuhnya terpenuhi. Karena itu, sekolah perlu memahami karakteristik dan kebutuhan setiap peserta didik sebelum menentukan pendekatan pembelajaran.

“Anak disabilitas dengan umum, anak pada umumnya itu tentunya berbeda. Jadi RPP-nya juga harus berbeda, jangan disamakan, kalau sekolah masih menyamakan pembelajaran untuk anak disabilitas dengan umum, itu juga berarti belum aksesibel,” katanya.

Baca juga: Keterbatasan Kompetensi Guru Jadi Kendala Pendidikan Inklusif Disabilitas

Rusdin mengatakan, upaya mendorong sekolah yang inklusif di Cirebon masih terus dilakukan oleh para aktivis disabilitas. Sosialisasi mengenai pentingnya pendidikan inklusif juga mulai dilakukan sejak tahun lalu, termasuk dengan memperkenalkan berbagai jenis disabilitas agar sekolah tidak menolak peserta didik berkebutuhan khusus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....