Keterbatasan Kompetensi Guru Jadi Kendala Pendidikan Inklusif Disabilitas

  • 29 Agt 2026 16:10 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Keterbatasan kompetensi tenaga pendidik menjadi salah satu kendala dalam pemenuhan pendidikan inklusif bagi anak penyandang disabilitas. Kondisi tersebut dinilai masih menyebabkan sejumlah sekolah menolak siswa berkebutuhan khusus.

Wakil Kepala Sekolah SLB Mutiara Bunda, Rusdin, S.Pd., Gr. mengatakan, anak penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai kendala untuk memperoleh pendidikan. Kendala tersebut tidak hanya berasal dari sekolah, tetapi juga keluarga dan lingkungan.

Menurut Rusdin, salah satu alasan sekolah menolak siswa berkebutuhan khusus karena belum memiliki guru dengan kemampuan khusus untuk menangani mereka. Selain itu, terdapat sekolah yang khawatir keberadaan siswa berkebutuhan khusus dapat mengganggu proses pembelajaran siswa lainnya.

“Kendala yang di sekolah, untuk anak-anak disabilitas biasanya sekolah menolak anak disabilitas atau anak berkebutuhan khusus dengan alasan karena tidak ada guru yang bisa memiliki standar ilmu kebutuhan khusus,” ujarnya kepada RRI, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Ia menilai, kemampuan guru dalam menangani anak berkebutuhan khusus perlu diperkuat di sekolah umum. Menurutnya, kompetensi tersebut tidak seharusnya hanya dimiliki oleh tenaga pendidik di Sekolah Luar Biasa atau SLB.

“Harusnya guru itu memiliki kemampuan menangani anak-anak berkebutuhan khusus. Contohnya guru yang memiliki sertifikat pendidik sekolah khusus itu harusnya di sekolah umum juga ada, tidak hanya di sekolah SLB saja,” ucapnya.

Rusdin menambahkan, pendidikan merupakan kebutuhan pokok bagi seluruh warga negara, termasuk anak penyandang disabilitas. Karena itu, setiap anak dengan berbagai kebutuhan seharusnya mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan.

Ia berharap pemahaman mengenai pendidikan inklusif dapat terus diperkuat, baik oleh sekolah maupun masyarakat. Dengan demikian, tidak ada lagi anak penyandang disabilitas yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan karena keterbatasan sekolah maupun tenaga pendidik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....