KPU Kabupaten Cirebon Gagas Sekolah Demokrasi Caruban Nagari

  • 26 Agt 2026 16:07 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – KPU Kabupaten Cirebon menggagas Sekolah Demokrasi Caruban Nagari sebagai upaya meningkatkan literasi, partisipasi, dan kualitas demokrasi masyarakat, khususnya generasi muda yang akan menjadi pemilih pada Pemilu 2029. Program yang akan berlangsung pada 14–15 September 2026 tersebut dilatarbelakangi rendahnya partisipasi masyarakat Kabupaten Cirebon pada Pilkada 2024 yang tercatat hanya 59,49 persen atau berada di urutan keempat dari bawah di Jawa Barat.

Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Esya Karnia Puspawati, mengatakan gagasan Sekolah Demokrasi Caruban Nagari memiliki tiga latar belakang, yakni secara normatif, empiris, dan sosiologis, dengan tujuan membangun pemahaman masyarakat terhadap demokrasi sekaligus mendorong keterlibatan yang lebih aktif dalam kehidupan demokrasi. “Setidaknya ada tiga latar belakang yang melatarbelakangi kami, KPU Kabupaten Cirebon: secara normatif, secara empiris, dan secara sosiologis,” kata Esya dalam Dialog Cirebon Menyapa, Senin, 24 Agustus 2026.

Secara empiris, kondisi partisipasi masyarakat pada Pilkada 2024 dinilai berbeda dengan Pemilu sebelumnya yang mencapai rata-rata 81 persen dan menempatkan Kabupaten Cirebon pada peringkat 21 secara nasional. Pada Pilkada 2024, tingkat partisipasi masyarakat turun menjadi 59,49 persen sehingga menjadi evaluasi bagi KPU Kabupaten Cirebon dalam memperkuat pendidikan demokrasi.

Dari sisi normatif, program tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan amanat Pasal 22E ayat (1) UUD 1945 serta prinsip penyelenggaraan pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Esya mengatakan pendidikan demokrasi perlu terus diberikan kepada generasi muda sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029.

Sementara secara sosiologis, nama Caruban Nagari dipilih dengan mengangkat akar budaya Cirebon yang menurut KPU memiliki nilai keberagaman dan perbedaan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. “Kita ingin menyampaikan kepada generasi muda bahwa akar budaya Cirebon itu adalah perbedaan,” ujar Esya.

Melalui Sekolah Demokrasi Caruban Nagari, KPU Kabupaten Cirebon juga menargetkan terbentuknya agen-agen demokrasi yang dapat menjadi pelopor di lingkungan masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat sehingga tumbuh kelompok dan kultur demokrasi yang lebih kuat.

Persiapan program terus dimatangkan KPU Kabupaten Cirebon melalui kolaborasi antarbagian, termasuk publikasi, podcast, registrasi, dan dokumentasi kegiatan secara terintegrasi. KPU juga menyiapkan konten media sosial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pendidikan demokrasi dan memperluas jangkauan informasi Sekolah Demokrasi Caruban Nagari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....