SRT 1 Kabupaten Cirebon Bangun Kenyamanan Siswa dengan Pendekatan Kekeluargaan
- 19 Agt 2026 14:58 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Cirebon terus berupaya membantu siswa menyesuaikan diri dengan kehidupan di lingkungan sekolah dan asrama. Beragamnya latar belakang dan pengalaman pendidikan siswa menjadi perhatian pihak sekolah dalam memberikan pendampingan selama masa awal pembelajaran.
Kepala SRT 1 Kabupaten Cirebon, Mimin Karmina, mengatakan pihaknya berupaya menciptakan lingkungan yang nyaman agar siswa tidak mengalami tekanan selama menjalani pendidikan dan tinggal di asrama. “Memang perlu mental dan fisik yang ekstra. Karena latar belakang anak-anak juga bervariasi, pengetahuan dan keilmuan juga bervariasi,” ujarnya pada Selasa 18 Agustus 2026.
Menurutnya, sebagian siswa masih menunjukkan keinginan untuk pulang dan bertemu dengan orang tua. Kondisi tersebut dinilai sebagai hal yang wajar karena mereka harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan menjalani aktivitas tanpa pendampingan langsung dari keluarga.
Ia mengatakan pihak sekolah tidak ingin memaksakan siswa untuk langsung terbiasa, tetapi juga tidak dapat selalu memenuhi keinginan mereka untuk berkomunikasi dengan orang tua. Karena itu, sekolah menyiapkan waktu khusus agar komunikasi antara siswa dan keluarga tetap terjaga.
“Orang tua bisa komunikasi itu di hari Minggu, dari mulai jam sembilan pagi sampai malam, sampai jam 19.00,” katanya.
Selain menyediakan waktu komunikasi, sekolah juga menyiapkan grup WhatsApp bagi orang tua berdasarkan jenjang pendidikan. Grup tersebut akan digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai kondisi siswa selama berada di sekolah dan asrama.
Ia menilai komunikasi dengan orang tua sangat penting karena kekhawatiran keluarga dapat memengaruhi kondisi psikologis siswa. Ketika orang tua lebih tenang dan mendapatkan informasi mengenai kondisi anak, siswa diharapkan dapat lebih mudah menyesuaikan diri.
“Rasa kekhawatiran orang tua juga sangat berdampak pada psikis anak di sini. Kalau orang tuanya sudah lebih tenang, anaknya juga biasanya lebih tenang,” ujarnya.
Dalam proses adaptasi, Sekolah menggunakan pendekatan persuasif dengan memberikan perhatian dan kasih sayang agar siswa merasa memiliki lingkungan keluarga baru di sekolah. Ia menegaskan, menghadapi siswa dengan latar belakang yang beragam tidak dapat dilakukan dengan emosi, guru dan wali asrama harus mengedepankan kesabaran serta ketulusan agar siswa merasa aman dan nyaman selama berada di SRT.
“Harus dengan hati. Menyikapi dan menghadapi mereka itu tidak bisa dengan emosi, dengan hati, dengan tulus, memang menganggap mereka itu bagian dari keluarga kita,” ujarnya.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu siswa melewati masa transisi dari lingkungan keluarga menuju kehidupan sekolah dan asrama. SRT 1 Kabupaten Cirebon terus melakukan penyesuaian agar seluruh siswa dapat mengikuti pendidikan dengan nyaman dan bertahap semakin mandiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....