Damkar Kota Cirebon Siagakan Personel Antisipasi Kebakaran Musim Kemarau

  • 12 Agt 2026 16:21 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cirebon menyiagakan puluhan personel untuk mengantisipasi peningkatan risiko kebakaran selama musim kemarau. Kesiapsiagaan dilakukan melalui penempatan personel dan armada di sejumlah titik yang dinilai rawan.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan, Operasi, dan Penyelamatan DPKP Kota Cirebon, Nurjaman, mengatakan personel pemadam kebakaran disiagakan selama 24 jam. Dalam setiap periode 12 jam, terdapat 10 regu yang bertugas dengan masing-masing regu terdiri atas enam personel.

"10 regu itu satu regunya kalau standar operasional pemadam kebakaran kan 6 personel," ujarnya pada Selasa 11 Agustus 2026.

Dengan komposisi tersebut, sekitar 60 personel disiagakan dalam satu kota pada setiap periode tugas. Selain personel, DPKP juga membagi kesiapsiagaan armada berdasarkan wilayah yang memiliki potensi kebakaran.

Untuk wilayah Selatan Timur yang berfokus pada kawasan Harjamukti, DPKP menyiagakan dua unit armada dengan empat regu penanggulangan kebakaran dan penyelamatan. Sementara di kawasan Bima, sebanyak lima unit disiapkan untuk mengantisipasi kebakaran di permukiman padat penduduk.

Kesiapsiagaan juga dilakukan melalui koordinasi lintas instansi. DPKP berkoordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, pihak swasta, hingga PDAM untuk mendukung ketersediaan armada dan sumber air ketika terjadi kebakaran.

Ia mengatakan deteksi dini turut dilakukan melalui koordinasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta unsur kewilayahan. Informasi mengenai potensi kebakaran juga dapat diteruskan melalui Command Center 112.

Selain kesiapan personel dan armada, DPKP mendorong masyarakat ikut berperan dalam pencegahan kebakaran. Sosialisasi dilakukan melalui program "Sapa Warga" dengan mendatangi langsung lingkungan masyarakat untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan dan penanganan awal kebakaran.

"Kita juga kasih pemahaman jangan menggunakan air pada saat terjadi kebakaran yang disebabkan oleh listrik yang bertegangan," katanya.

Masyarakat juga diminta tetap tenang ketika menghadapi kebakaran dan melakukan penanganan awal sesuai kondisi. DPKP mengingatkan warga dapat menggunakan alat sederhana seperti handuk atau karung goni yang dibasahi serta pasir untuk penanganan awal, sementara kebakaran yang sulit dikendalikan harus segera dilaporkan kepada petugas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....