Kembangkan Hasil Laut, Pertamina Patra Niaga Dampingi Nelayan

  • 10 Agt 2026 11:38 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Masyarakat pesisir Kampung Tua Terih, Batam, Kepulauan Riau, terus berinovasi mengembangkan hasil laut menjadi berbagai kegiatan ekonomi produktif. Upaya ini dilakukan melalui Program Community Involvement & Development (CID) Kampung Bahari Si Pelaut binaan Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal Hang Nadim.

Dewan Komisaris dan Direksi Pertamina Patra Niaga meninjau langsung perkembangan program pemberdayaan masyarakat tersebut pada Rabu, 5 Agustus 2026. Dalam kunjungan itu, manajemen menyerahkan bantuan 1.000 bibit ikan kakap dan 500 bibit ikan nila kepada kelompok masyarakat setempat.

Rombongan jajaran manajemen juga melihat langsung produk olahan hasil perikanan, kegiatan aquaponik, serta berbagai inovasi kelompok. Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga, Sabar Yudo Suroso, menilai Kampung Bahari Si Pelaut memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

“Apa yang dikembangkan di sini menunjukkan dukungan yang diberikan dapat dimanfaatkan menjadi kegiatan produktif, sarana edukasi, sekaligus produk yang memiliki nilai tambah,” kata Sabar. Menurutnya, potensi baik ini perlu terus dikembangkan agar manfaatnya bagi masyarakat sekitar semakin luas.

Program Kampung Bahari Si Pelaut melibatkan KUB Terihindo Jaya Lestari, KUB Belian Tuah, KWT Warisan Lestari, dan Poklahsar Sukses Bersama. Kehadiran program ini terbukti meningkatkan pendapatan kelompok nelayan dan UMKM perempuan dari Rp27,56 juta menjadi Rp68,45 juta.

Ketua Poklahsar Sukses Bersama, Dian, mengatakan pendampingan yang diberikan membuat para anggota semakin percaya diri dalam mengembangkan usaha. Kelompok perempuan kini dibekali pengetahuan produksi higienis, manajemen keuangan, branding, hingga pemasaran digital.

“Dari awalnya hanya satu atau dua produk, sekarang kami memiliki enam produk unggulan,” ucap Dian. Hasil olahan limbah ikan seperti keripik kulit, abon, hingga penyedap rasa dari tulang dan kepala udang kini bahkan telah dipasarkan hingga Malaysia dan Singapura.

Sementara itu, Ketua KUB Terihindo Jaya Lestari, Seno, menyebut pembinaan ini membantu nelayan mengembangkan budidaya ikan skala besar. Melalui inovasi Budidaya Ikan Terintegrasi (BUDITA/Eco-Dita), masa pemeliharaan ikan terpangkas dari 240 hari menjadi sekitar 120 hari.

“Saat panen, pembeli datang langsung ke kampung dan ikut membeli hasil tangkapan masyarakat lainnya,” ujar Seno. Ia berharap Pertamina Patra Niaga terus membimbing para nelayan agar kawasan Kampung Tua Terih semakin berkembang.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan program ini merupakan wujud pemberdayaan berbasis potensi lokal di wilayah operasi. Perusahaan berkomitmen menciptakan manfaat berkelanjutan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat setempat.

Selain dampak ekonomi, program ini telah mengelola 35,24 ton sampah per tahun dan mereduksi emisi sekitar 113,5 ton CO₂-ekivalen per tahun. Kawasan pesisir juga direhabilitasi melalui penanaman 1.000 bibit mangrove guna mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 14.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....