Fakta Membalik Narasi Viral: KDMP Majalengka Bukan di Hutan
- 06 Agt 2026 08:13 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka – Riuh perbincangan di media sosial mendadak mengarah ke sebuah bangunan sederhana di kaki perbukitan Desa Cikaracak, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka. Dalam potongan video yang viral, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) disebut berdiri di lokasi terpencil, jauh dari pemukiman warga, bahkan dikaitkan dengan kawasan kaki Gunung Ciremai.
Namun, realitas di lapangan menghadirkan narasi yang berbeda. Di balik rimbunnya pepohonan bambu dan bentang kebun yang mengelilingi bangunan, KDMP Cikaracak justru berdiri di titik yang tidak bisa dikatakan terisolasi.
Bangunan itu berada tepat di tepi jalan kabupaten, jalur vital yang menghubungkan Kecamatan Argapura dengan Kecamatan Sindang, sekaligus menjadi nadi mobilitas harian masyarakat. Dari Kantor Desa Cikaracak, lokasi koperasi hanya berjarak sekitar 900 meter.
Perjalanan menuju titik tersebut dapat ditempuh dalam waktu sekitar empat menit menggunakan sepeda motor. Akses yang relatif dekat ini mempertegas keberadaan KDMP tidak berada di wilayah terpencil sebagaimana narasi yang berkembang di ruang digital.
Kepala Desa Cikaracak, Aon, menilai potongan video yang beredar tidak menggambarkan kondisi wilayah secara utuh. Ia menegaskan posisi koperasi justru berada di jalur strategis yang setiap hari dilalui warga.
"Video yang beredar tidak utuh. KDMP ini berdiri di pinggir jalan kabupaten yang menghubungkan Argapura dan Sindang. Ini jalur hidup masyarakat," ujar Aon, Kamis, 6 Agustus 2026.
Menurutnya, karakter geografis desa yang didominasi hutan bambu dan lahan pertanian kerap menimbulkan persepsi seolah lokasi tersebut berada di tengah hutan lebat. Padahal, kawasan itu merupakan bagian dari lanskap khas kaki Gunung Ciremai yang masih aktif dimanfaatkan untuk aktivitas ekonomi warga.
"Memang wilayah kami banyak bambu dan kebun. Tapi kalau disebut tepat di kaki Gunung Ciremai, itu tidak akurat. Gunungnya masih jauh di atas," katanya.
Lebih dari sekadar bangunan fisik, KDMP Cikaracak dirancang sebagai simpul ekonomi baru berbasis desa. Koperasi ini akan difungsikan sebagai pusat penyedia kebutuhan pertanian, mulai dari pupuk, obat-obatan, hingga penampungan hasil panen warga.
Langkah ini dinilai strategis, mengingat selama ini petani di Cikaracak harus menempuh perjalanan lebih dari 15 kilometer ke Pasar Maja atau Pasar Rajagaluh untuk memenuhi kebutuhan produksi. "Harapannya, perputaran ekonomi bisa terjadi di desa sendiri. Petani tidak perlu lagi keluar jauh," ujar Aon.
Di tengah derasnya arus opini publik, pemerintah desa memilih melihat viralitas ini dari sudut yang lebih konstruktif. Alih-alih mempermasalahkan, Aon menilai perhatian publik justru membawa dampak positif bagi eksistensi desanya.
"Terima kasih kepada yang sudah membuat videonya viral. Desa kami jadi dikenal luas. Hanya saja, akan lebih baik jika informasi disampaikan secara utuh agar tidak menimbulkan persepsi keliru," ucapnya.
Pandangan serupa disampaikan Entis (52), warga setempat yang telah puluhan tahun menetap di Desa Cikaracak. Ia menilai keberadaan KDMP berpotensi besar meningkatkan kesejahteraan petani.
Menurut Entis, meski wilayah didominasi perkebunan dan hutan bambu, aktivitas masyarakat di sekitar lokasi tergolong padat. Jalan di depan koperasi merupakan akses utama menuju sejumlah destinasi wisata unggulan seperti Panyaweuyan dan kawasan Gunung Ciremai. "Jalan ini ramai, jalur wisata juga. Bukan jalan sepi," ujarnya.
Ia berharap KDMP benar-benar menjadi pusat distribusi kebutuhan pertanian sehingga petani tidak lagi bergantung pada pasar di luar desa. "Mayoritas warga di sini petani sayuran. Kalau kebutuhan tersedia di sini, tentu sangat membantu," katanya.
Fenomena viral KDMP Cikaracak menjadi cerminan bagaimana potongan informasi di media sosial dapat membentuk persepsi yang belum tentu utuh. Di sisi lain, klarifikasi berbasis fakta lapangan menjadi kunci untuk menghadirkan gambaran yang lebih objektip bahwa di balik narasi 'terpencil', tersimpan potensi ekonomi desa yang tengah tumbuh di jalur strategis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....