Pembangunan Sekolah Rakyat Cikawung Indramayu Hampir Rampung
- 21 Jul 2026 21:30 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Indramayu - Infrastruktur pembangunan Sekolah Rakyat Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, kini mendekati rampung. Sekolah hasil kolaborasi Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia yang berdiri di atas lahan seluas 10 hektar ini siap melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 mulai 31 Juli 2026 untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Transisi Sekolah Rakyat Permanen Kabupaten Indramayu, Iin Indrayati, yang juga menjabat Asisten Setda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Hal itu disampaikannya saat melakukan monitoring dan evaluasi persiapan MPLS bagi siswa baru di Sekolah Rakyat Terintegrasi Satu, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi.
Iin Indrayati menjelaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen Pemkab Indramayu dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui jenjang pendidikan serta penyediaan infrastruktur yang memadai. Kehadiran sekolah ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam memperoleh akses pendidikan yang berkualitas.
"Berdirinya Sekolah Rakyat ini pun merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah, dalam hal ini Kemensos bersama Pemkab Indramayu, dalam membangun sumber daya manusia yang unggul serta mendukung pemerataan akses pendidikan rakyat," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Inspektur Bidang Pemberdayaan Sosial Kemensos, Agus Saputra Aryanto, menyebut kawasan Sekolah Rakyat dibangun sebagai kompleks pendidikan terpadu. Kompleks tersebut mencakup gedung sekolah dasar hingga menengah atas, rumah susun guru, asrama siswa, kantin, masjid, gedung ibadah, gedung serbaguna, ruang terbuka hijau, serta fasilitas olahraga.
Di sejumlah titik kawasan juga tersedia lapangan sepak bola berstandar FIFA, jogging track, lapangan basket, area serbaguna, hingga taman edukasi yang didukung sistem pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Kelengkapan fasilitas ini dihadirkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar serta aktivitas pendukung para siswa secara optimal.
Menurut Agus, dimulainya kegiatan MPLS menjadi bukti bahwa keberadaan Sekolah Rakyat sangat dirasakan manfaatnya oleh generasi penerus sekaligus meringankan beban perekonomian orang tua siswa. Pemanfaatan fasilitas ini juga menjadi indikator bahwa infrastruktur yang dibangun telah memasuki tahap operasional yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
"Kami bersyukur pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi amanah pemerintah kini telah memasuki tahap pemanfaatan," ujarnya pada Senin, 20 Juli 2026.
Sementara itu, jumlah siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi Satu yang berhasil dijaring tercatat sebanyak 270 siswa. Jumlah tersebut terdiri dari jenjang SD sebanyak 90 siswa, SMP 90 siswa, SMA 90 siswa, serta ditambah 100 siswa dari sekolah rintisan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....