KDD Nanggela Kembangkan UMKM Lele untuk Wujudkan Kemandirian Ekonomi Difabel

  • 28 Jun 2026 16:43 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Kelompok Difabel Desa (KDD) Nanggela, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, terus mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui pengembangan usaha mikro. Program tersebut diwujudkan dengan budidaya ikan lele dan produksi kerupuk ikan lele yang kini menjadi sumber pemberdayaan bagi para anggota.

Sekretaris KDD Desa Nanggela, Cholisoh, mengatakan kedua unit usaha tersebut dibentuk setelah kelompok berdiri pada 2024 dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa. "Alhamdulillah kami sudah membentuk UMKM. Ada dua, yaitu budidaya ikan lele dan olahan makanan berupa kerupuk ikan lele. Alhamdulillah juga didukung sekali oleh pemerintah desa kami," katanya pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Ia menjelaskan, budidaya lele dikelola enam anggota dengan empat kolam. Hasil panen dijual kepada pengepul, sedangkan ikan berukuran besar diolah menjadi kerupuk sebagai produk bernilai tambah.

Menurutnya, usaha tersebut telah beberapa kali menghasilkan panen secara maksimal. Meski demikian, tantangan besar tetap ada, terutama saat perubahan cuaca yang memengaruhi tingkat kelangsungan hidup ikan.

"Kalau dibilang susah ya susah gampang. Tantangannya saat cuaca hujan dan panas berganti-ganti karena banyak ikan yang mati. Alhamdulillah belum pernah gagal panen, hanya kadang hasilnya tidak memenuhi target," ujarnya.

Baca juga: Kelompok Difabel Desa Nanggela, Cirebon Perkuat Inklusi Sosial di Tingkat Desa

Selain budidaya lele, anggota KDD juga memproduksi kerupuk ikan lele secara tradisional. Mulai dari proses pengolahan, penjemuran hingga pemotongan masih dilakukan secara manual oleh lima anggota yang memiliki tugas masing-masing.

Ia berharap produk kerupuk ikan lele dapat berkembang lebih luas dan tidak hanya dipasarkan di lingkungan desa. "Ada sekali keinginan supaya usaha ini berkembang lebih jauh lagi. Alhamdulillah pemerintah desa dan masyarakat sangat mendukung keberadaan usaha kami," katanya.

Melalui pengembangan UMKM tersebut, KDD Nanggela berharap penyandang disabilitas tidak hanya memperoleh penghasilan tambahan. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu menunjukkan bahwa mereka memiliki kesempatan dan kemampuan yang sama untuk mandiri secara ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....