Distan Pemkab Cirebon Sebut Modernisasi Tani Mampu Tekan Biaya Produksi

  • 22 Jun 2026 21:12 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Pemerintah Kabupaten Cirebon terus mendorong modernisasi pertanian melalui penggunaan alat dan mesin pertanian. Langkah ini diambil sebagai upaya menjawab berbagai tantangan sektor pertanian modern, terutama terkait keterbatasan tenaga kerja, efisiensi produksi, serta peningkatan produktivitas lahan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Dr. H. Deni Nurcahya, S.T., M.S, mengatakan bahwa penggunaan teknologi pertanian kini telah diterapkan mulai dari tahap pengolahan lahan, penanaman, hingga panen. Hal tersebut disampaikannya dalam dialog Cirebon Menyapa di RRI Cirebon pada Senin, 22 Juni 2026 sebagai upaya mempercepat proses budidaya dan menekan biaya produksi.

Menurutnya, salah satu tantangan utama yang dihadapi petani saat ini adalah semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk kegiatan tanam padi. Oleh karena itu, pemerintah mendorong pemanfaatan rice transplanter sebagai solusi yang lebih efektif dan efisien.

Deni menjelaskan bahwa mekanisasi pertanian telah diterapkan secara luas melalui penggunaan traktor untuk pengolahan lahan dan combine harvester saat panen padi. Sementara itu, pada komoditas tebu, pemerintah juga mulai mengembangkan penggunaan alat bantu mekanis untuk mengoptimalkan proses pemuatan hasil panen.

“Karena sulitnya mendapatkan orang yang tandur, kita usahakan menggunakan rice transplanter. Kemudian setelah puncak panen kita menggunakan combine harvester untuk alat panen padi,” ujar Deni.

Ia menambahkan bahwa inovasi juga dilakukan melalui percepatan masa tanam dengan menyiapkan persemaian sekitar 20 hari sebelum masa panen tiba. Melalui strategi ini, lahan dapat segera ditanami kembali setelah panen selesai tanpa harus menunggu terlalu lama.

“Sesudah panen itu jedanya seminggu sudah bisa tanam lagi. Hal-hal tersebut dengan memodernisasi pertanian mudah-mudahan mendapatkan hasil yang maksimal,” kata Deni.

Penerapan mekanisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan di Kabupaten Cirebon. Selain itu, langkah ini juga bertujuan membantu petani beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan sektor pertanian modern yang semakin dinamis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....