Ribuan Koperasi Merah Putih Mulai Beroperasi, Kuningan Siapkan Penguatan Ekonomi
- 18 Mei 2026 20:10 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan - Pemerintah pusat mempercepat pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai instrumen baru penguatan ekonomi desa. Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 1.061 koperasi telah dioperasikan di berbagai daerah, sementara pemerintah menargetkan lebih dari 30 ribu unit dapat berjalan penuh sebelum Agustus mendatang.
Di Kabupaten Kuningan, konsolidasi program mulai dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga pemerintah desa. Fokus program diarahkan pada penguatan ekonomi kerakyatan, distribusi pangan, serta pengembangan usaha masyarakat desa.
Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan koperasi desa disiapkan sebagai bagian dari strategi pemerataan ekonomi nasional. Menurut dia, pembangunan koperasi dilakukan dalam waktu relatif singkat sejak dimulai pada November 2025.
“Hari ini kita meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dalam waktu kurang dari enam bulan, koperasi-koperasi ini sudah mulai dioperasikan,” kata Prabowo dalam arahannya kepada pemerintah daerah dan pengelola koperasi.
Prabowo juga mengutip laporan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang menyebut lebih dari 9 ribu bangunan koperasi dan gudang telah siap secara fisik. Pemerintah menilai koperasi desa akan menjadi simpul distribusi ekonomi baru di tingkat pedesaan.
Program tersebut dikaitkan dengan agenda ketahanan pangan dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi prioritas pemerintah pusat. Menurut Prabowo, negara ingin memastikan masyarakat desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi ikut mengendalikan aktivitas ekonomi di wilayahnya sendiri.
Di Kuningan, pembahasan implementasi KDMP melibatkan unsur Forkopimda, DPRD, Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta pemerintah kecamatan dan desa. Sejumlah kepala desa dan pengurus koperasi di Kecamatan Cilimus juga mulai memetakan potensi usaha yang akan dijalankan koperasi.
Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani mengatakan pemerintah daerah berharap koperasi desa dapat memperkuat sektor usaha masyarakat. Koperasi juga diharapkan menopang distribusi hasil pertanian warga secara lebih optimal.
“Harapannya koperasi ini benar-benar menjadi penggerak ekonomi desa dan manfaatnya dirasakan langsung masyarakat,” kata Wabup Kuningan, usai menghadiri Rapat Paripurna Penyampaian Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Kuningan, pada Senin, 18 Mei 2026.
Sementara itu, Komandan Kodim 0615/Kuningan Letkol Arh Hafda Prima Agung menyebut keterlibatan aparat dalam program tersebut difokuskan pada pendampingan dan menjaga stabilitas pelaksanaan di lapangan. Menurut Hafda, keberhasilan koperasi desa akan sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat dan kemampuan pengelola menjaga transparansi serta keberlanjutan usaha.
Di tengah optimisme pemerintah, sejumlah tantangan masih membayangi implementasi koperasi desa. Persoalan tata kelola, kapasitas sumber daya manusia, hingga keberlangsungan model bisnis dinilai menjadi faktor krusial agar program tidak berhenti sebatas proyek administratif di tingkat desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....