Indonesia Power Bidik Proyek PLTS 495 MW di Bangladesh

  • 14 Mei 2026 09:27 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - PLN Indonesia Power menjajaki pengembangan energi terbarukan di Bangladesh. Langkah tersebut dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Bay Group.

Kerja sama itu menjadi awal pengembangan pembangkit listrik tenaga surya di Bangladesh. Total potensi kapasitas proyek mencapai 495 MW.

Inisiatif tersebut sejalan dengan proyek PLTS yang dibuka Bangladesh Power Development Board. Proyek mencakup 10 lokasi strategis di berbagai wilayah Bangladesh.

Melalui kolaborasi tersebut, PLN Indonesia Power berpeluang mengikuti proses tender proyek. Kerja sama juga memperluas portofolio bisnis sektor energi bersih.

Dalam kerja sama itu, Bay Group menunjuk Copenhagen Urban Solar Parks BD LTD. Perusahaan tersebut merupakan afiliasi Denmark-Bangladesh yang fokus mengembangkan energi surya.

Nota kesepahaman ditandatangani Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta. Penandatanganan juga dilakukan Managing Director Bay Group, Ziaur Rahman.

Bernadus mengatakan, kerja sama itu bagian strategi memperkuat pasar global perusahaan. Fokus pengembangan diarahkan pada sektor energi baru terbarukan.

"Ini merupakan proyek yang pertama bagi kami di Bangladesh, besar harapan kami proyek ini akan berjalan dengan baik. Kami menegaskan kerja sama ini sebagai langkah strategis perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar global," ujar Bernadus, Selasa, 12 Mei 2026.

Ia menambahkan, proyek tersebut mendukung agenda transisi energi global. Proyek juga memperkuat posisi perusahaan dalam industri pembangkitan energi terbarukan.

Ziaur Rahman menyambut baik kerja sama pengembangan energi terbarukan tersebut. Ia menilai PLN Indonesia Power memiliki pengalaman dan kapabilitas kuat.

"Kami melihat PLN Indonesia Power sebagai mitra yang memiliki pengalaman dan kapabilitas kuat di sektor pembangkitan. Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung pengembangan energi surya di Bangladesh secara berkelanjutan,” ujarnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat pengembangan infrastruktur energi bersih di Bangladesh. Kerja sama juga mendukung peningkatan kapasitas energi terbarukan dan pengurangan emisi karbon.





google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....