Surplus 660 Ribu Ton Padi, Majalengka Perkuat Ketahanan Pangan

  • 04 Mei 2026 12:22 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka - Kabupaten Majalengka menegaskan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Barat setelah mencatat surplus beras yang signifikan. Di tengah tantangan perubahan musim, capaian produksi padi yang mencapai sekitar 660 ribu ton menjadi indikator kuat kinerja sektor pertanian yang terus menunjukkan tren positif.

Momentum surplus tersebut diperkuat dengan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam mempercepat masa tanam kedua (MT II). Salah satunya melalui penyaluran 69 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani, yang diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi di tengah ancaman musim kemarau.

Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, menegaskan bahwa peningkatan produktivitas pertanian tidak lepas dari sinergi antara kebijakan pemerintah dan kerja keras petani di lapangan. Bantuan alsintan, menurutnya, menjadi faktor penting dalam mempercepat proses olah tanah dan penanaman.

Dengan dukungan alat modern, petani kini dapat memangkas waktu produksi yang sebelumnya terkendala keterbatasan sarana. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga ritme tanam, terutama saat memasuki periode musim kering yang berpotensi menghambat produktivitas.

Distribusi alsintan pun dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik wilayah pertanian di Majalengka. Pendekatan ini bertujuan agar pemanfaatan alat benar-benar efektif dan berdampak langsung pada peningkatan hasil panen.

"Di sisi lain, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya tanggung jawab dalam penggunaan bantuan tersebut. Alsintan diposisikan sebagai aset bersama yang harus dijaga, bukan untuk kepentingan pribadi," ujar Bupati Eman Suherman, Senin, 4 Mei 2026

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Majalengka, Gatot Sulaeman memastikan bahwa keberlanjutan program tidak berhenti pada distribusi. Pendampingan teknis melalui penyuluh pertanian lapangan akan terus dilakukan guna memastikan penggunaan alat berjalan optimal.

Selain itu, monitoring dan evaluasi berkala disiapkan untuk mengukur efektivitas bantuan sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan. Pemerintah juga mendorong pengelolaan alsintan secara kolektif melalui kelompok tani dan unit pelayanan jasa alsintan (UPJA).

Di tingkat petani, kehadiran alsintan disambut positif. Selain mempercepat pengolahan lahan, alat tersebut juga mengurangi ketergantungan pada sistem sewa yang selama ini memakan waktu.

Dengan capaian surplus beras yang besar dan dukungan teknologi pertanian yang terus ditingkatkan, Majalengka optimis mampu mempertahankan ketahanan pangan daerah. Selain itu, daerah ini juga berupaya meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....