Cegah Kontaminasi, Proses MBG di Ciwaringin Diawasi Ketat
- 24 Apr 2026 11:06 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Keamanan pangan menjadi tantangan terbesar dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tingkat SPPG, karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan penerima manfaat dan keberlangsungan program. Hal ini disampaikan Koordinator SPPG Ciwaringin, Dzakiyyah Azzahroh, dalam Dialog Cirebon Menyapa RRI Cirebon, Rabu, 22 April 2026.
Dzakiyyah menegaskan bahwa seluruh proses pengolahan makanan harus memenuhi standar ketat mulai dari bahan baku hingga distribusi. “Tantangan paling besar itu ketika keamanan pangan tidak terjaga, karena dampaknya bisa ke mana-mana,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa setiap tahapan, mulai dari penerimaan bahan, proses pengolahan, hingga penyaluran kepada penerima, memiliki SOP yang harus dipatuhi secara disiplin. Hal ini dilakukan untuk memastikan makanan tetap aman dikonsumsi.
Menurutnya, kualitas bahan baku juga menjadi perhatian utama, termasuk kesesuaian ukuran dan spesifikasi dengan pesanan yang telah direncanakan sebelumnya. Ketidaksesuaian dapat berdampak pada nilai gizi makanan.
Ia menambahkan bahwa pemilihan supplier yang terpercaya menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kualitas bahan pangan. SPPG dituntut untuk tegas dalam menolak bahan yang tidak sesuai standar.
Selain itu, kebersihan alat dan lingkungan pengolahan juga menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan pangan, sehingga risiko kontaminasi dapat diminimalkan.
Dengan pengawasan yang ketat dan penerapan SOP yang konsisten, SPPG berupaya memastikan bahwa program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga aman bagi seluruh penerima manfaat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....