Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Soroti Tantangan Distribusi MBG di Daerah
- 22 Apr 2026 14:38 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Distribusi dan validasi data penerima menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan program MBG di daerah. Hal ini memengaruhi efektivitas program dalam menjangkau kelompok sasaran secara merata dan tepat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Hj. Eni Suhaeni, menyampaikan bahwa pengawasan dilakukan melalui puskesmas di setiap wilayah. Monitoring rutin dilakukan untuk memastikan kualitas gizi serta proses distribusi berjalan sesuai standar.
“Kita ada datanya jadi SPPG pasti dengan Puskesmas. Jadi kita juga Puskesmas di wilayahnya masing-masing itu harus monitoring seminggu sekali ke SPPG,” katanya kepada RRI, Rabu, 22 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa jumlah penerima manfaat masih belum mencakup seluruh sasaran, khususnya balita di wilayah Cirebon. Hal ini disebabkan keterbatasan jumlah SPPG yang saat ini belum beroperasi secara menyeluruh.
Selain itu, peningkatan jumlah SPPG diharapkan dapat memperluas jangkauan penerima manfaat secara bertahap. Semakin banyak fasilitas beroperasi, maka cakupan program akan semakin luas di masyarakat.
“Karena di Kabupaten Cirebon jumlah balitanya itu sangat banyak, 150 ribuan. Dan baru yang ada data di kami baru 40 ribu,” ucapnya.
Dengan perbaikan distribusi dan validasi data, program MBG diharapkan berjalan lebih efektif ke depannya. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....