MBG Perlu Pembenahan, Dari Tata Kelola hingga Cita Rasa

  • 22 Apr 2026 13:00 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Tata kelola dan kualitas program menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG). Kedua aspek ini dinilai sangat menentukan keberhasilan program dalam jangka panjang.

Pengamat kebijakan IDP-LP, Riko Noviantoro, menyebut bahwa persoalan utama MBG bukan pada konsep programnya. Namun, implementasi di lapangan masih perlu pembenahan agar lebih efektif dan tepat guna.

“Dari semua riset yang terjadi itu kan, persoalan MBG adalah tata kelolanya ya. Kita tidak menolak program MBG-nya, tapi pada tata kelolanya,” ujarnya kepada RRI, Rabu, 21 April 2026.

Ia menambahkan, indikator keberhasilan program dapat dilihat dari tidak adanya kasus keracunan serta tingkat konsumsi makanan oleh penerima. Jika makanan tidak dimanfaatkan dengan baik, maka tujuan program tidak akan tercapai.

Selain itu, kualitas rasa makanan juga menjadi faktor penting yang memengaruhi minat konsumsi siswa. Rendahnya daya tarik makanan dapat menyebabkan banyak makanan terbuang.

“Yang kedua, bagaimana cita rasanya itu bisa mempunyai harapan anak-anak. Saya sendiri anaknya juga dapat program MBG karena saya sekolah SMA. Namun saya setiap kali tanya sama mereka, nggak dimakan,” katanya.

Dengan perbaikan tata kelola dan peningkatan kualitas produk, program MBG diharapkan dapat berjalan lebih optimal. Evaluasi berkelanjutan menjadi langkah penting untuk memastikan program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....