Program MBG Lima Hari, SPPG Lengkong Susun Menu Khusus untuk Anak

  • 07 Apr 2026 12:06 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - SPPG Lengkong, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, menyiapkan strategi khusus untuk menjaga pemenuhan gizi penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski distribusi bagi anak sekolah kini hanya lima hari dalam seminggu, pihak sekolah menghadirkan menu berkadar gizi lebih tinggi pada hari tertentu sebagai kompensasi hari Sabtu yang tidak lagi disalurkan.

Langkah ini dilakukan agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat terkait perubahan skema distribusi akibat kebijakan efisiensi anggaran. Kepala SPPG Lengkong, Bambang Hari Murti, S.E., mengatakan layanan MBG di wilayahnya mencakup 17 sekolah di Kecamatan Garawangi, mulai dari RA/PAUD hingga SMP.

Selain itu, penerima manfaat juga meliputi ibu hamil dan kelompok lain yang tetap menerima layanan sesuai ketentuan program. Berkurangnya hari distribusi bagi sekolah menjadi tantangan dalam menjaga kecukupan gizi anak, karena terdapat satu hari yang tidak lagi tercover.

Oleh karena itu, pihaknya menyiapkan penyesuaian komposisi menu dengan meningkatkan nilai gizi pada hari tertentu. “Kalau untuk SPPG Lengkong, solusinya mungkin kami memainkan add cost dalam anggaran bahan baku dan dikaji bersama ahli gizi untuk salah satu harinya dikasih menu spesial dengan standar gizi yang dilebihkan dari hari biasa,” kata Bambang kepada RRI, Senin, 6 April 2026.

Menu spesial tersebut direncanakan pada hari Kamis atau Jumat dengan komposisi nutrisi lebih tinggi dibanding hari lainnya. Penambahan tersebut dihitung berdasarkan kebutuhan gizi agar kekurangan satu hari distribusi tetap dapat dioptimalkan.

Seluruh menu tetap mengikuti standar gizi yang telah ditetapkan, sementara peningkatan hanya dilakukan pada kadar nutrisi tertentu. Perhitungan tambahan gizi dilakukan bersama ahli gizi dengan menyesuaikan kebutuhan protein dan komponen penting lainnya.

Bambang juga mengakui kebijakan baru ini masih membutuhkan proses sosialisasi kepada orang tua murid dan kader yang membantu distribusi di lapangan. Perbedaan pemahaman masyarakat menjadi tantangan sehingga pihaknya terus menyampaikan regulasi baru yang diterapkan.

SPPG Lengkong berkomitmen melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan menu tambahan tersebut agar pemenuhan gizi tetap optimal. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kualitas asupan meski distribusi MBG bagi sekolah kini hanya berlangsung lima hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....