Minim Data, Efektivitas Program MBG Sulit Diukur

  • 06 Apr 2026 17:04 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dinilai masih membutuhkan evaluasi berbasis data yang komprehensif, terutama dalam mengukur dampaknya terhadap peningkatan status gizi masyarakat. Tanpa indikator yang jelas, keberhasilan program sulit dinilai secara objektif.

Pengamat sosial, Ahmad Yusron, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum terlihat adanya data yang secara konkret menunjukkan dampak program terhadap perbaikan gizi. Hal ini menjadi catatan penting dalam menilai efektivitas kebijakan.

“Sampai sekarang kita belum melihat data yang menunjukkan apakah ada peningkatan gizi atau penurunan stunting dari program ini,” ujarnya kepada RRI, Senin, 6 April 2026. Ia menilai hal tersebut perlu segera menjadi perhatian pemerintah.

Ia menambahkan bahwa fokus pembahasan publik selama ini lebih banyak tertuju pada persoalan teknis, seperti distribusi dan kasus keracunan. Sementara itu, tujuan utama program justru belum tergambarkan secara jelas melalui data yang tersedia.

“Yang menjadi wacana publik justru soal mekanisme dan kasus, padahal yang harus dikejar adalah dampak terhadap peningkatan gizi,” katanya. Ia menekankan pentingnya orientasi pada hasil.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa transparansi data menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik terhadap program pemerintah. Tanpa data yang terbuka, evaluasi akan sulit dilakukan secara menyeluruh.

Dengan penguatan sistem evaluasi berbasis data, program MBG diharapkan dapat terus disempurnakan. Pemerintah juga diharapkan mampu menghadirkan kebijakan yang lebih terukur dan berdampak nyata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....