Harga Pangan Lebaran Stabil, Program MBG Jadi Penopang

  • 31 Mar 2026 04:24 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan - Pergerakan harga bahan pokok pada momen Lebaran tahun ini dinilai relatif stabil, bahkan tidak mengalami lonjakan signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini disebut tidak lepas dari pengaruh program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mampu menjaga keseimbangan pasar.

Ketua Paguyuban MBG Kuningan, H. Udin Kusnedi, menjelaskan harga komoditas sangat dipengaruhi oleh keseimbangan antara suplai dan permintaan. Ia menuturkan, secara historis, periode Lebaran hampir selalu diikuti kenaikan harga yang cukup tajam.

“Harga itu kan tergantung penawaran dan permintaan atau supplay and demand. Biasanya setiap momen Lebaran, dari tahun ke tahun, harga pasti mengalami kenaikan yang signifikan. Tapi sekarang kita lihat, walaupun momen Hari Raya, kenaikannya tidak terlalu signifikan, bahkan cenderung menurun untuk beberapa bahan pokok, terutama hasil pertanian,” ujarnya pada Selasa, 31 Maret 2026.

Menurutnya, fenomena ini perlu dikaji lebih dalam, terutama terkait faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas harga tersebut. Ia menilai keberadaan program MBG menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga permintaan tetap stabil.

“Saya melihat hari ini harga itu stabil ketika program pemerintah yang namanya MBG berjalan. Saat MBG tidak ada, harga itu jatuh karena yang membutuhkan hanya masyarakat, tidak untuk kebutuhan program pemerintah. Ini menunjukkan program ini sangat membantu pelaku usaha, khususnya UMKM, pertanian, dan perikanan,” katanya.

Ia juga meyakini bahwa ketika program MBG berjalan optimal, harga bahan pokok akan berada dalam kondisi stabil tanpa fluktuasi ekstrem.

“Saya pastikan setelah MBG berjalan, harga akan stabil, standar. Tidak akan turun drastis ataupun naik drastis karena kebutuhannya pasti dan dibeli setiap hari,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kesinambungan produksi di kalangan pelaku usaha agar kebutuhan pasar tetap terpenuhi.

“Karena terserap terus. Makanya saya selalu mengajak pelaku usaha untuk terus berproduksi agar kebutuhan bisa tersuplai dengan baik. Jangan khawatir barang akan berlebih, karena kebutuhannya juga besar,” ujarnya menambahkan.

Meski demikian, Udin mengakui bahwa faktor cuaca tetap memiliki pengaruh terhadap sektor pertanian, khususnya dalam proses produksi dan hasil panen.

“Kalau pengaruh cuaca pasti ada. Cuaca berpengaruh terhadap pertumbuhan, kesuburan, hasil panen, hingga kinerja para petani,” ucapnya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....