BGN Gelar Bimtek SLHS untuk Perkuat Keamanan Pangan Program MBG
- 08 Mar 2026 10:58 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Pemerintah terus memperkuat sistem keamanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pemenuhan gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang terlibat langsung dalam pengelolaan program tersebut.
Langkah tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang digelar oleh Badan Gizi Nasional pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung di salah satu Hotel Kota Cirebon dan diikuti para pengelola dapur serta pihak yang terlibat dalam program MBG.
Dalam sambutannya, Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN, Suardi Samiran, menyampaikan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bahan pangan bergizi. Menurutnya, sistem pengolahan makanan yang memenuhi standar keamanan pangan dan kesehatan masyarakat juga menjadi faktor yang sangat penting.
“Bimtek ini dirancang sebagai forum peningkatan kapasitas bagi para pengelola dapur, penjamah makanan, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta berbagai pihak yang terlibat langsung dalam sistem penyediaan dan pengolahan program MBG,” katanya.
Ia menjelaskan, para peserta juga akan mendapatkan pemahaman mengenai potensi risiko kontaminasi pangan yang dapat terjadi selama proses pengolahan makanan berlangsung. Dalam konteks tersebut, penerapan standar higiene personal bagi para penjamah makanan menjadi aspek penting yang harus diperhatikan secara konsisten.
“Setiap individu yang terlibat dalam proses pengolahan makanan harus memahami serta menerapkan prinsip kebersihan diri, penggunaan perlengkapan kerja yang higienis, serta tata cara penanganan makanan yang aman,” ucapnya.
Selain itu, materi pelatihan juga menyoroti pentingnya pengelolaan limbah dapur serta sanitasi lingkungan kerja sebagai bagian dari sistem keamanan pangan. Lingkungan dapur yang bersih dan tertata dengan baik diyakini mampu meminimalisir risiko berkembangnya mikroorganisme berbahaya yang dapat mencemari makanan.
Dalam kesempatan tersebut, Suardi juga menjelaskan bahwa Bimtek ini menjadi bagian dari upaya percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi fasilitas dapur atau tempat pengolahan makanan yang terlibat dalam program pelayanan gizi. Sertifikat tersebut menjadi bentuk pengakuan resmi bahwa fasilitas pengolahan makanan telah memenuhi standar kebersihan, sanitasi, serta keamanan pangan sesuai ketentuan otoritas kesehatan.