SPPG Sadamantra Kabupaten Kuningan Klarifikasi Isu Bubur Kacang Ijo

  • 04 Mar 2026 15:42 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa-siswi SMP selama bulan Ramadan 2026 disesuaikan menjadi makanan kering untuk menjaga kualitas sajian. Paket tersebut dibagikan kepada siswa saat pulang sekolah untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

Secara umum, paket MBG berisi kombinasi telur rebus, kurma, susu kotak, bubur kacang hijau, roti atau kue kering, serta buah-buahan seperti pisang dan jeruk.

Namun, pada Selasa, 3 Maret 2026, lalu, muncul informasi adanya benda yang diduga menyerupai belatung di dalam sajian bubur kacang hijau dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sadamantra, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan. Temuan tersebut sempat membuat sejumlah siswa enggan mengonsumsi menu tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, penanggung jawab SPPG Sadamantra, Hj. Elit Nurlitasari, mengaku terkejut atas informasi tersebut. Ia menegaskan bahwa dugaan tersebut merupakan kesalahpahaman.

“Dugaan itu ternyata salah penglihatan. Yang terlihat di dalam bubur tersebut adalah tunas bakal kecambah dari kacang hijau, bukan belatung. Memang bentuk dan warnanya hampir sama, tetapi tunas kecambah memiliki ujung batang mungil yang bercabang meski sudah terpotong karena proses memasak,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon seluler, pada Rabu, 4 Maret 2026.

Hj. Elit menjelaskan, pihaknya selalu mengedepankan prinsip higienitas dalam setiap tahapan produksi menu MBG. Mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses pengemasan dilakukan dengan standar kebersihan yang ketat.

“Kami selalu berhati-hati dalam pemilihan dan pemilahan bahan segar dan berkualitas agar tidak cepat rusak. Penyimpanan juga dipisahkan berdasarkan jenis bahan, seperti sayur, lauk, dan daging, untuk menghindari kontaminasi,” ucapnya.

Ia menambahkan, proses pengolahan dilakukan menggunakan peralatan bersih dan steril dengan teknik memasak boiling atau merebus hingga matang sempurna.

“Bahan dicuci di air mengalir, dipisahkan sesuai jenisnya, lalu dimasak hingga matang. Setelah itu, makanan siap saji dikemas dalam wadah tertutup rapat menggunakan kemasan food grade agar tetap higienis dan terlindungi dari risiko kerusakan,”katanya menjelaskan.

Ia menegaskan, pihaknya berkomitmen menjaga kualitas dan keamanan sajian bagi para siswa penerima manfaat program MBG.

“Jadi mana mungkin hasil tangan koki kami yang selalu steril dalam menjamah bahan olahan dan tata cara penyajian tidak baik. Selain itu, bahan yang kami pilih merupakan bahan berkualitas tinggi,” ujarnya menegaskan.

Rekomendasi Berita