Peran MBG Ramadan dalam Stabilitas Belajar Siswa

  • 26 Feb 2026 15:57 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas pembelajaran. Selain aspek gizi, kebijakan ini juga berkaitan dengan manajemen pendidikan dan keberlanjutan program.

Pengamat akademisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Moh Ali, M.Pd.I, menyebut kebijakan MBG di bulan puasa harus terintegrasi dengan penyesuaian jadwal belajar. Langkah tersebut penting agar kondisi fisik siswa selaras dengan beban akademik yang diterima.

Ia menilai asupan sahur yang cukup terbukti membantu menjaga stabilitas gula darah. Kondisi tersebut berdampak langsung pada peningkatan fokus dan kemampuan kognitif siswa di kelas.

Sebaliknya, kekurangan nutrisi dapat menyebabkan siswa cepat mengantuk dan kurang konsentrasi. Hal ini berpotensi menurunkan capaian belajar jika tidak diantisipasi dengan kebijakan yang tepat.

Menurutnya, pendekatan manajemen pendidikan Islam juga relevan diterapkan selama Ramadan. Integrasi antara penguatan materi esensial dan pendekatan pedagogik spiritual menjadi bagian penting dalam mendukung proses belajar.

Di sisi lain, aspek budaya lokal dan keberlanjutan anggaran turut menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan MBG. Diversifikasi bahan pangan lokal dinilai mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga efisiensi biaya.

“MBG selama Ramadan bukan sekadar distribusi makanan, tetapi intervensi preventif agar prestasi akademik siswa tetap terjaga,” kata Dr. Moh Ali, M.Pd.I pada RRI Senin, 23 Februari 2026. Ia menambahkan kebijakan ini perlu terus dievaluasi agar sejalan dengan kebutuhan peserta didik.

Dengan perencanaan matang, program MBG di bulan Ramadan dapat tetap berjalan efektif. Sinergi antara aspek gizi, manajemen pendidikan, dan keberlanjutan menjadi kunci keberhasilan kebijakan tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....