Kemenag Kota Cirebon Maknai Imlek 2026 Shio Kuda Api Perkuat Moderasi

  • 19 Feb 2026 12:29 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tahun 2026 dengan Shio Kuda Api dimaknai sebagai momentum penguatan moderasi beragama di daerah. Kementerian Agama Kota Cirebon menilai filosofi Kuda Api sejalan dengan semangat merawat kerukunan umat di tengah keberagaman.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon, Hj. Riana Anom Sari, SE mengatakan Kuda Api melambangkan keberanian, energi perubahan, dan semangat positif. Nilai tersebut diterjemahkan sebagai tekad menghadirkan masyarakat yang rukun, damai, dan toleran.

“Kuda api melambangkan semangat keberanian, energi perubahan, dan kecepatan dalam merawat kerukunan umat beragama,” ujar Hj. Riana Anom Sari, SE. pada Rabu, 18 Februari 2026.

Ia menjelaskan, filosofi tersebut sejalan dengan program prioritas penguatan moderasi beragama yang terus digencarkan Kemenag. Pilar komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan akomodatif terhadap budaya lokal menjadi landasan kebijakan di tingkat daerah.

Momentum Imlek tahun ini juga berdekatan dengan datangnya bulan suci Ramadan. Kondisi tersebut dinilai menjadi ruang aktualisasi sikap saling menghormati antarumat beragama.

“Perayaan Tahun Baru Imlek bukan hanya budaya, tetapi juga ajang untuk memperkuat dan mempererat toleransi antarumat beragama,” katanya.

Sebagai langkah konkret, Kemenag Kota Cirebon mendorong pembentukan Kampung Moderasi Beragama di tingkat akar rumput. Program ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga persaudaraan dan harmoni sosial.

Selain itu, Kemenag juga menguatkan konsep ekoteologi serta mendorong peran pemuda dalam kampanye toleransi di media sosial dan aksi sosial lintas agama. Nilai toleransi dan anti kekerasan turut dimasukkan dalam kurikulum madrasah serta diperkuat melalui peran penyuluh agama.

Melalui tema Harmoni Imlek Nusantara, pemerintah menegaskan Imlek sebagai bagian dari budaya nasional yang memperkaya identitas bangsa. Kemenag memastikan umat minoritas dapat beribadah dan merayakan hari besar dengan aman tanpa diskriminasi sebagai wujud negara yang menjunjung Bhinneka Tunggal Ika.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....