Puncak Arus Balik Capai 90 Ribu Kendaraan di Cirebon

  • 30 Mar 2026 12:03 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Puncak arus balik Lebaran 2026 di Kota Cirebon terjadi pada hari Minggu, 29 Maret 2026 dengan lonjakan volume kendaraan yang signifikan. Kondisi ini melampaui prediksi awal yang memperkirakan dua kali puncak arus balik.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kota Cirebon, jumlah kendaraan yang melintas mencapai hampir 90 ribu unit. Angka tersebut tercatat melalui traffic counting di Posko Induk yang berada di Kawasan jalan Brigjen Dharsono Bypass Kota Cirebon.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Indra Setiaman, mengatakan bahwa puncak arus balik kedua lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. “Kemarin itu jadi puncaknya hari Minggu, jumlah kendaraan hampir 90 ribuan yang melewati Kota Cirebon,” ujar Indra kepada RRI Senin, 30 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya diprediksi terdapat dua puncak arus balik, yakni pada tanggal 24 dan akhir pekan. Namun, realisasi di lapangan menunjukkan lonjakan terbesar justru terjadi pada hari Minggu.

“Puncak yang kedua ternyata lebih banyak daripada yang tanggal 24, sehingga volume kendaraan meningkat signifikan,” ucap Indra Setiaman. Hal ini berdampak pada kepadatan di sejumlah ruas jalan arteri di Kota Cirebon.

Untuk mengurai kepadatan, Dishub bersama Satlantas melakukan rekayasa lalu lintas dengan menyesuaikan durasi lampu lalu lintas. Langkah ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi di lapangan serta keluhan masyarakat.

“Durasi lampu merah kami tambah, terutama di simpang-simpang agar arus kendaraan tetap bergerak,” katanya. Penyesuaian ini dilakukan dengan mengembalikan pola pengaturan seperti saat puncak arus balik pertama.

Selain itu, pemberlakuan sistem one way di jalan tol turut memengaruhi arus kendaraan di jalur arteri. Banyak kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa dialihkan melalui jalur arteri sehingga terjadi kepadatan.

Kondisi kepadatan terpantau merata di kedua arah, terutama dari wilayah Kedawung hingga Mundu. Meski demikian, situasi lalu lintas secara umum masih dapat dikendalikan oleh petugas di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....