Alami Cedera, Kapolres Majalengka Tetap Pimpin Olah TKP Kecelakaan Maut Travel Elf

  • 25 Mar 2026 21:00 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka - Kabut tipis masih menggantung di perbukitan Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Pagi itu terasa sunyi, seolah menyimpan sisa duka dari tragedi yang baru saja terjadi. Namun di tengah kesenyapan itu, langkah tegas seorang perwira polisi memecah suasana.

Meski tangan kanannya terbalut penyangga akibat cedera, Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi tetap berdiri di garis depan. Ia hadir langsung di lokasi kecelakaan maut, memimpin pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan penuh keteguhan.

Sorot matanya tajam. Wajahnya menahan rasa sakit. Namun tak ada keraguan dalam setiap langkahnya saat menyusuri jalur sempit dan berliku di lokasi kejadian. Di titik inilah, sebuah mobil travel jenis Elf yang membawa 21 pemudik asal Rengasdengklok, Karawang, terperosok ke jurang, merenggut enam nyawa dan melukai belasan lainnya.

Tanpa banyak kata, Kapolres terus bergerak. Ia berdiskusi dengan anggota, mengamati titik jatuh kendaraan, hingga memastikan setiap proses penyelidikan berjalan maksimal. Baginya, kondisi fisik bukan alasan untuk berhenti menjalankan tanggung jawab.

"Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Semua harus ditangani dengan serius dan profesional," kata AKBP Rita Suwadi di sela kegiatan, Rabu, 25 Maret 2026.

Olah TKP ini melibatkan Unit Gakkum Satlantas Polres Majalengka bersama Tim Traffic Accident Analysis (TAA) dari Gakkum Dirlantas Polda Jawa Barat, yang digelar pada Rabu, 24 Maret 2026.

Dengan pendekatan ilmiah dan teknologi, tim TAA melakukan analisis menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan, mulai dari kondisi kendaraan, faktor jalan, hingga kemungkinan kelalaian manusia.

Di tengah medan yang menantang, Kapolres terus memantau setiap detail. Ia bukan hanya hadir sebagai pimpinan, tetapi juga menjadi simbol keteguhan, bahwa tugas kemanusiaan tak mengenal rasa sakit.

Kecelakaan tragis ini diduga dipicu oleh kelelahan pengemudi yang diperparah kondisi cuaca. Namun, kepastian penyebab masih menunggu hasil analisis mendalam dari tim TAA.

Proses evakuasi korban telah selesai dilakukan, sementara korban luka kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Duka mendalam menyelimuti keluarga korban, namun di balik itu, kerja keras aparat kepolisian menjadi harapan untuk mengungkap kebenaran.

Di jalan sunyi Cingambul, Kabupaten Majalengka itu, satu pesan kuat tertinggal, di balik seragam dan pangkat, ada dedikasi tanpa batas. Bahkan saat tubuh melemah, tanggung jawab tetap berdiri tegak.

Diketahui, kecelakaan tragis ini terjadi pada Senin malam, 23 Maret 2026, ketika mobil Elf yang mengangkut 21 pemudik asal Rengasdengklok, Karawang, terjun ke jurang di wilayah Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Majalengka, dan menyebabkan enam orang meninggal dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....