Momen Haru Arus Balik, Lansia Dipertemukan Kembali Keluarga

  • 25 Mar 2026 07:21 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan - Kepadatan arus balik tak hanya membawa cerita tentang perjalanan panjang, tetapi juga tentang orang-orang yang sempat terpisah di tengahnya. Hadijah (65), warga Kota Tangerang, menjadi salah satunya.

Ia tertinggal dari rombongan keluarga di sekitar Masjid Agung Cilimus. Di tengah lalu lintas yang padat dan bergerak perlahan, langkahnya terhenti. Wajahnya menyiratkan kebingungan, sementara kendaraan terus melintas tanpa jeda.

Situasi itu segera diketahui petugas di Pos Pelayanan (Posyan) 2 Cilimus. Laporan tentang seorang lansia yang tersasar langsung ditindaklanjuti. Ipda Wiwid Widiantoro bersama tim gabungan bergerak cepat, mencoba merangkai informasi yang bisa mengarah pada keberadaan keluarga Hadijah.

Di sela upaya pencarian, Hadijah ditenangkan. Ia diajak menunggu, diberi kepastian bahwa keluarganya sedang dicari. Waktu berjalan, sementara koordinasi terus dilakukan di tengah padatnya arus kendaraan.

“Saya sempat panik dan bingung, tidak tahu harus ke mana. Di tengah ramai kendaraan, saya takut tidak bisa bertemu keluarga lagi. Alhamdulillah, ada bapak-bapak polisi yang menenangkan dan membantu saya sampai akhirnya bisa bertemu kembali. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih,” ujar Hadijah kepada RRI, Senin, 23 Maret 2026.

Hingga akhirnya, kabar yang ditunggu datang. Keluarga Hadijah berhasil ditemukan. Pertemuan berlangsung sederhana di Posyan, namun penuh makna. Tangis haru pecah, menggantikan kecemasan yang sempat mengisi perjalanan.

Petugas kemudian menyerahkan Hadijah dalam kondisi selamat. Sebuah momen kecil yang menunjukkan bahwa di tengah tugas menjaga kelancaran arus balik, sisi kemanusiaan tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan.

Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar melalui Kasi Humas AKP Mugiyono menyampaikan, kehadiran polisi di lapangan tak hanya berfokus pada lalu lintas. “Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman, termasuk saat menghadapi situasi tak terduga seperti ini,” katanya.

Perjalanan pun berlanjut. Namun bagi Hadijah dan keluarganya, yang terpenting bukan lagi seberapa jauh jarak yang ditempuh, melainkan kebersamaan yang kembali utuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....