5 Fakta Mengerikan di Balik Elf Terjun ke Jurang Majalengka: Kabut, Lelah, dan 6 Tewas

  • 24 Mar 2026 21:06 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka - Malam di perbatasan Panjalu-Cikijing itu tidak sekadar gelap, ia terasa menelan cahaya. Kabut turun perlahan, menyelimuti jalanan di Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, Jawa barat.

Seperti tirai yang menutup pandangan. Di tengah sunyi yang basah oleh sisa hujan, sebuah perjalanan keluarga berubah menjadi kisah duka yang tak pernah direncanakan.

Sebuah Elf Microbus bernomor polisi Z 7012 CN melaju membawa 21 penumpang rombongan keluarga asal Karawang yang sebelumnya menempuh perjalanan panjang, dari silaturahmi di Ciamis hingga singgah di Pangandaran. Mereka pulang, membawa lelah, tanpa menyadari, tak semua akan sampai tujuan.

Detik-detik sebelum tragedi itu terjadi, jalan menurun dan berkelok seolah menjadi ujian terakhir. Dalam jarak pandang yang nyaris tak lebih dari lima meter, kendaraan itu terus melaju hingga akhirnya kehilangan kendali.

Oleng ke kanan, keluar dari badan jalan, lalu terperosok ke dalam jurang. Dalam sekejap, kendaraan terguling dengan posisi roda di atas. Sunyi malam pecah oleh dentuman keras. Tragedi itu menyisakan duka mendalam.

Berikut lima fakta yang mengungkap wajah kelam kecelakaan maut tersebut:

1. Enam Nyawa Tak Terselamatkan

Dari total 21 penumpang, enam orang dinyatakan meninggal dunia. Tiga di antaranya menghembuskan napas terakhir di lokasi kejadian, termasuk sang pengemudi. Sementara tiga lainnya meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sebuah kehilangan yang tak tergantikan bagi keluarga yang ditinggalkan.

2. Perjalanan Panjang yang Berujung Lelah

Rombongan diketahui telah melakukan perjalanan sejak hari sebelumnya. Jarak tempuh yang panjang, ditambah aktivitas wisata, diduga menguras stamina pengemudi hingga kelelahan tak terhindarkan.

3. Kabut Tebal dan Jalan Licin Jadi Kombinasi Mematikan

Cuaca malam itu bukan sekadar dingin. Kabut tebal membatasi pandangan hingga hanya sekitar lima meter, sementara jalanan basah membuat kendaraan sulit dikendalikan. Kombinasi ini menjadi faktor yang memperparah kecelakaan.

4. Jalur Ekstrem yang Menuntut Kewaspadaan Tinggi

Lokasi kejadian dikenal sebagai jalur rawan dengan turunan curam dan tikungan tajam. Medan seperti ini membutuhkan konsentrasi penuh, sedikit lengah, risiko besar menanti.

5. Evakuasi Dramatis di Tengah Gelap Malam

Petugas kepolisian bersama warga setempat bergerak cepat mengevakuasi korban dari dalam jurang. Dalam kondisi minim cahaya dan medan sulit, satu per satu korban berhasil dikeluarkan dan dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi melalui Kasat Lantas AKP Pandu Renata Surya menegaskan bahwa faktor kelelahan menjadi dugaan utama penyebab kecelakaan, diperparah oleh kondisi cuaca dan medan jalan.

Peristiwa yang terjadi pada Senin, 23 Maret 2026 ini bukan sekadar kecelakaan, ia adalah pengingat sunyi bahwa di balik setiap perjalanan, ada batas yang tak boleh dipaksakan.

Di jalanan yang gelap dan berliku, keselamatan bukan hanya soal keterampilan, tapi juga kesadaran untuk berhenti sejenak, sebelum segalanya terlambat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....