Dishub Dukung Penutupan U-Turn di Jalur Arteri Pantura Kota Cirebon

  • 15 Mar 2026 14:56 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Perhubungan menyatakan dukungan terhadap rencana penutupan sejumlah u-turn di jalur arteri Pantura wilayah hukum Polres Cirebon Kota selama arus mudik Lebaran yang diperkirakan akan ditutup mulai hari Senin, 16 Maret 2026. Kebijakan ini dilakukan secara situasional guna menjaga kelancaran arus kendaraan pemudik yang melintas di jalur bypass Kota Cirebon.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Andi Armawan, menjelaskan bahwa pihaknya pada prinsipnya menyetujui langkah penutupan u-turn tersebut sebagai upaya mengantisipasi kemacetan yang kerap terjadi saat puncak arus mudik dan arus balik. Namun demikian, penerapannya tetap mempertimbangkan kondisi lalu lintas dan kebutuhan mobilitas warga Kota Cirebon yang juga menggunakan jalur yang sama.

Menurut Andi, jalur Pantura yang melintasi Kota Cirebon tidak hanya digunakan oleh pemudik dari luar daerah, tetapi juga masyarakat lokal yang beraktivitas sehari-hari. Oleh karena itu kebijakan penutupan tidak diberlakukan secara mutlak seperti di beberapa wilayah lain.

Ia menyampaikan bahwa penutupan u-turn perlu dilakukan untuk mencegah kendaraan kecil memotong arus utama yang berpotensi memperlambat perjalanan pemudik.

“Kami dari Dinas Perhubungan Kota Cirebon pada prinsipnya menyetujui, tetapi berbeda dengan Kabupaten Cirebon atau wilayah lain. Kalau kami akan melihat situasional saja, karena jalur yang dilintasi oleh pemudik ini bukan hanya melulu 100 persen pemudik melintas dari Jakarta menuju Jawa atau sebaliknya, tetapi irisannya ada juga warga masyarakat kota yang melintas di jalur tersebut,” ujar Andi Armawan kepada RRI Sabtu, 16 Maret 2026.

Ia menambahkan, jika u-turn tetap dibuka pada kondisi lalu lintas padat, maka kendaraan yang berputar arah akan memotong arus utama dan berpotensi memicu kemacetan panjang. Hal tersebut menurutnya sering menjadi penyebab pelambatan kendaraan di jalur arteri Pantura.

Andi menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah adalah memastikan perjalanan pemudik tetap lancar dan aman saat melintasi Kota Cirebon. Karena itu, penutupan u-turn akan diterapkan ketika situasi lalu lintas tidak memungkinkan untuk tetap dibuka.

“Artinya beberapa uturn ini kita tutup, tentunya kami mengutamakan untuk para pemudik ini bisa menjalankan ataupun berjalan jalannya tidak diganggu oleh uturn itu, karena bagaimanapun itu kalau terbuka akan ada kendaraan-kendaraan kecil yang melintas memotong waktu-waktu dan mengakibatkan pelambatan yang pada akhirnya kemacetan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....