Menhub Apresiasi Pemprov Jabar Beri Kompensasi Tukang Becak di Cirebon

  • 14 Mar 2026 17:54 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menghadiri kegiatan pemberian kompensasi kepada ratusan tukang becak di wilayah Kabupaten Cirebon. Kegiatan tersebut berlangsung di Polsek Gempol, Kabupaten Cirebon pada Sabtu, 14 Maret 2026, dan menjadi bagian dari upaya mendukung kelancaran arus mudik Lebaran.

Sebanyak 557 tukang becak menerima kompensasi yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bantuan ini diberikan karena selama masa angkutan Lebaran para tukang becak diminta untuk tidak beroperasi sementara demi menjaga kelancaran arus lalu lintas di jalur utama mudik.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Cirebon Imron, serta Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, dan unsur terkait lainnya.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengapresiasi adanya program kompensasi bagi para tukang becak tersebut. Ia menilai langkah tersebut dapat membantu para pengemudi becak selama masa pembatasan operasional berlangsung.

“Program seperti ini sangat baik karena bisa membantu kelancaran lalu lintas sekaligus membantu para pengemudi becak selama masa angkutan Lebaran ini,” ujarnya.

Selain itu, ia juga berharap program serupa dapat diterapkan di daerah lain apabila memungkinkan. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat menjadi salah satu cara menjaga ketertiban lalu lintas sekaligus memberikan perhatian kepada para pekerja sektor informal.

“Kami selalu menghimbau kepada pemerintah daerah di provinsi untuk menyesuaikan dengan kemampuan daerah masing-masing,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Dudy juga menyampaikan bahwa arus kendaraan pada H-7 Lebaran sudah mulai menunjukkan peningkatan. Berdasarkan laporan yang diterimanya, terjadi peningkatan volume kendaraan di jalan tol.

“Ada peningkatan, dari laporan Jasa Marga sampai dengan hari ini sekitar 14 persen,” ucapnnya.

Ia memperkirakan puncak arus mudik kemungkinan terjadi sekitar 18 Maret 2026. Namun demikian, masyarakat diimbau untuk memilih waktu perjalanan yang berbeda agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.

“Kalau dari prediksi kemungkinan akan melonjak tanggal 18. Tapi kami berharap masyarakat bisa memilih tanggal lain supaya tidak terjadi kemacetan,” ujarnya.

Sementara itu, terkait kondisi jalan di jalur Pantura, Menteri Perhubungan menyebut perbaikan telah dilakukan oleh pihak terkait untuk memastikan kelancaran perjalanan pemudik.

“Dari laporan PU sudah diperbaiki, sehingga jalannya dapat dilalui dengan lebih baik,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....