Kemenag Tetapkan 9 Masjid Ramah Pemudik di Kuningan

  • 13 Mar 2026 10:55 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan - Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan program Masjid Ramah Pemudik sebagai bagian dari upaya memberikan layanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran. Secara nasional, lebih dari 6.800 masjid di berbagai daerah telah ditetapkan sebagai titik layanan dan resmi diluncurkan pada Jumat, 13 Maret 2026.

Di Kabupaten Kuningan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, H. Ahmad Handiman Romdony, mengatakan terdapat sembilan masjid yang ditunjuk sebagai lokasi Masjid Ramah Pemudik. Masjid-masjid tersebut dipilih karena dinilai representatif serta berada di jalur strategis yang dilalui pemudik.

Adapun sembilan masjid yang ditetapkan yaitu Masjid Hidayatul Muslimin di Kecamatan Darma, Masjid Baiturrahman di Kecamatan Kadugede, Masjid Al-Istiqomah di Cilimus, Masjid Baitul Ma’mur di Sampora Kecamatan Cilimus, Masjid An-Nur di Kecamatan Kramatmulya, Masjid Al-Muttaqin di Ciporang Kecamatan Kuningan, Masjid Miftahussalam di Kedungarum Kecamatan Kuningan, Masjid Al-Mir’at di Kecamatan Pancalang, serta Masjid Miftahussa’adah di Legok Kecamatan Cidahu.

Romdony menjelaskan, program Masjid Ramah Pemudik merupakan bentuk pelayanan Kementerian Agama kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang kembali ke kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan keluarga.

“Masjid Ramah Pemudik diharapkan dapat menjadi ruang istirahat yang aman dan nyaman bagi para pemudik di tengah perjalanan menuju kampung halaman,” ujar Romdony.

Ia menambahkan, program tersebut akan berlangsung selama periode arus mudik hingga arus balik Lebaran. Selama masa itu, masjid yang menjadi titik layanan akan dibuka selama 24 jam untuk melayani para pemudik yang singgah.

“Pelaksanaan program ini juga melibatkan berbagai pihak, antara lain pemerintah desa setempat, Babinsa, Kapolsek, serta Puskesmas. Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan aspek perizinan, keamanan, serta layanan kesehatan bagi para pemudik dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, H. Ridlo Maulana, menjelaskan bahwa masjid yang ditunjuk telah memenuhi sejumlah kriteria, terutama dari sisi fasilitas dan lokasi yang strategis.

“Masjid-masjid tersebut berada di pinggir jalan utama yang ramai dilalui pemudik, memiliki serambi yang luas untuk tempat istirahat, fasilitas toilet yang bersih, serta area parkir yang memadai,” ucap Ridlo menjelaskan.

Ia menambahkan, sejumlah masjid juga dilengkapi fasilitas tambahan seperti air minum, kopi, jaringan wifi, hingga ruang laktasi bagi ibu menyusui. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi para pemudik yang singgah.

Ridlo juga mengajak para penyuluh agama Islam di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) untuk ikut berpartisipasi aktif menyambut para pemudik di masjid-masjid tersebut agar program Masjid Ramah Pemudik dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....