Waspada Cuaca Ekstrem saat Mudik Lebaran 2026 di Ciayumajakuning
- 12 Mar 2026 13:56 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Masyarakat di wilayah Ciayumajakuning diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem saat arus mudik Lebaran 2026. Potensi bencana hidrometeorologi basah seperti hujan lebat, angin kencang, banjir, hingga longsor masih berpeluang terjadi.
Kepala BMKG Kertajati, Muhammad Syifa’ul Fuad Alhamidi, mengatakan kondisi cuaca selama periode mudik Lebaran masih perlu diwaspadai. Hal ini karena wilayah Indonesia saat ini berada pada akhir musim hujan dan memasuki masa peralihan musim.
Menurutnya, karakter cuaca pada musim peralihan cenderung dinamis. Kondisi tersebut dapat menyebabkan perubahan cuaca secara tiba-tiba dalam waktu singkat.
“Kondisi cuaca selama periode mudik lebaran ini memang masih perlu diwaspadai. Karena pada bulan Maret ini kita berada di akhir musim penghujan dan memasuki musim peralihan, di mana karakter cuacanya cukup dinamis,” ujarnya kepada RRI, Kamis, 12 Maret 2026.
Ia menjelaskan pada pagi hari cuaca umumnya cerah, namun pada siang hingga sore hari dapat berubah menjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Hujan tersebut bahkan dapat disertai petir dan angin kencang.
Fuad menambahkan secara umum cuaca selama libur Idul Fitri diperkirakan didominasi hujan ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah Ciayumajakuning. Namun potensi hujan lebat tetap perlu diantisipasi di sejumlah wilayah.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Tamim, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Salah satunya dengan menyiapkan posko serta melakukan pemetaan titik rawan bencana.
“Data-data dari BMKG merupakan informasi penting bagi kami untuk menyiapkan posko dan memetakan titik-titik rawan bencana. Data tersebut juga menjadi dasar koordinasi lintas sektor dalam menghadapi arus mudik Lebaran,” katanya.
BPBD Majalengka juga mengidentifikasi sejumlah wilayah rawan bencana, khususnya di daerah selatan yang memiliki potensi longsor saat curah hujan tinggi. Masyarakat diimbau terus memantau informasi cuaca dari BMKG serta meningkatkan kewaspadaan saat melakukan perjalanan mudik.