Polresta Cirebon Siagakan 1.200 Personel Gabungan dalam Operasi Ketupat 2026

  • 12 Mar 2026 13:06 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Polresta Cirebon menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2026 dalam rangka pengamanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah pada di Lapangan Ranggajati, Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis, 12 Maret 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran di wilayah Kabupaten Cirebon.

Apel tersebut diikuti oleh personel gabungan dari TNI, Polri, serta berbagai instansi terkait. Kehadiran seluruh unsur tersebut bertujuan memastikan kesiapan pengamanan selama periode mudik Lebaran.

Bupati Cirebon Imron mengatakan kegiatan apel gelar pasukan dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan selama arus mudik dan arus balik. Ia menilai momentum Lebaran selalu diikuti mobilitas masyarakat yang tinggi menuju kampung halaman.

“Pada hari ini kami melaksanakan kegiatan apel gelar pasukan dalam rangka mengantisipasi arus mudik maupun arus balik,” ujarnya.

Ia menjelaskan tradisi pulang kampung saat Lebaran sudah menjadi budaya masyarakat Indonesia. Karena itu, seluruh pihak perlu bekerja sama agar perjalanan pemudik yang melintas di wilayah Kabupaten Cirebon dapat berjalan aman dan nyaman.

“Sudah menjadi budaya masyarakat kita untuk pulang ke kampung halaman, sehingga Polresta dan jajaran stakeholder mengantisipasi agar di Kabupaten Cirebon berjalan dengan baik dan nyaman,” ucapnya.

Bupati Cirebon Imron juga mengimbau para pemudik untuk selalu menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan. Menurutnya, para pemudik dapat memanfaatkan pos-pos yang telah disiapkan apabila membutuhkan tempat beristirahat.

“Berhati-hati juga kalau capek atau sakit silakan beristirahat, nanti di jalur Cirebon ini ada pos-posnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama mengatakan pihaknya telah menyiapkan sekitar 1.200 personel gabungan untuk pengamanan Lebaran tahun ini. Personel tersebut berasal dari TNI, Polri, serta berbagai instansi terkait yang akan ditempatkan di sejumlah titik strategis.

“Kami menyiagakan sekitar 1.200 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait. Mulai malam tanggal 13 Maret, personel sudah ditempatkan di pos masing-masing,” ujarnya.

Ia menjelaskan terdapat total 11 pos yang disiapkan untuk mendukung pengamanan arus mudik di Kabupaten Cirebon. Pos tersebut terdiri dari pos pelayanan, pos pengamanan, serta pos terpadu yang berada di Kilometer 188 dan terintegrasi dengan Korlantas serta dinas terkait.

Selain itu, pihak kepolisian juga memprediksi arus mudik akan terjadi dalam beberapa gelombang. Salah satu puncak pergerakan kendaraan diperkirakan terjadi pada Sabtu, 14 Maret.

“Prediksi sementara arus kendaraan akan terbagi dalam beberapa gelombang, yang terdekat diperkirakan tanggal 14. Namun saat ini situasi lalu lintas masih normal,” katanya.

Lebih lanjut, pihaknya juga menyiapkan rekayasa lalu lintas jika terjadi peningkatan volume kendaraan yang signifikan. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah penutupan putaran balik atau U-turn di sejumlah titik.

“U-turn yang akan ditutup di Kabupaten Cirebon kurang lebih ada 30 titik. Namun penutupannya menyesuaikan situasi dan kondisi di lapangan,” ujarnya.

Rekomendasi Berita