Penyuluhan Penyelenggaraan Jenazah Perkuat Pemahaman Warga ATTS

  • 21 Sep 2026 08:38 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi — Penyuluh Agama Madya Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi menggelar kegiatan penyuluhan penyelenggaraan jenazah di Kantor Lurah Aur Tajungkang Tangah Sawah (ATTS), Senin pagi, 21 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam melaksanakan kewajiban fardu kifayah, khususnya ketika menghadapi proses penyelenggaraan jenazah di tengah masyarakat.

Kegiatan dihadiri Camat, Lurah ATTS Yassir Hidayat, SH, Kepala KUA Kecamatan Yurie, S.Ag, Ketua LPM D. Datuak Pado Basa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat Kelurahan ATTS.

Suasana penyuluhan berlangsung interaktif. Masyarakat tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teoritis, tetapi juga diarahkan memahami tahapan penyelenggaraan jenazah secara benar sesuai tuntunan syariat Islam dan praktik yang berkembang di tengah masyarakat.

Materi penyuluhan mencakup sejumlah tahapan penting, mulai dari menghadapi orang yang sedang dalam kondisi sakaratul maut, tata cara memandikan jenazah, mengafani, menyalatkan hingga proses pemakaman.

Pemahaman tersebut dinilai penting karena penyelenggaraan jenazah merupakan bagian dari kehidupan sosial keagamaan yang hampir pasti akan dihadapi masyarakat. Ketika terjadi musibah kematian, keluarga yang ditinggalkan membutuhkan dukungan masyarakat yang memiliki kemampuan dan pemahaman memadai agar seluruh proses dapat dilaksanakan dengan baik.

Melalui kegiatan ini, masyarakat juga diingatkan bahwa penyelenggaraan jenazah bukan semata-mata persoalan teknis, tetapi memiliki nilai ibadah dan tanggung jawab sosial. Kewajiban tersebut termasuk fardu kifayah yang apabila telah dilaksanakan oleh sebagian masyarakat, maka kewajiban tersebut gugur bagi masyarakat lainnya.

Kehadiran unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan, KUA, lembaga kemasyarakatan, aparat kewilayahan serta masyarakat menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam memperkuat pembinaan kehidupan keagamaan di tingkat kelurahan.

Lurah ATTS Yassir Hidayat, SH, menyambut baik pelaksanaan penyuluhan tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas masyarakat dalam persoalan keagamaan perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama menyangkut hal-hal yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Selain memberikan pengetahuan keagamaan, kegiatan seperti ini juga dapat memperkuat kepedulian dan semangat gotong royong warga. Ketika ada warga yang meninggal dunia, masyarakat diharapkan tidak hanya hadir untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga mampu membantu keluarga dalam proses penyelenggaraan jenazah.

Keberadaan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut turut memperlihatkan dukungan terhadap berbagai kegiatan pembinaan masyarakat di tingkat kelurahan. Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan aparat keamanan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan sosial yang harmonis dan saling peduli.

Sementara itu, keterlibatan KUA dalam kegiatan tersebut memberikan penguatan dari sisi pembinaan keagamaan. KUA tidak hanya berperan dalam pelayanan administrasi keagamaan, tetapi juga memiliki fungsi pembinaan dan edukasi masyarakat dalam berbagai persoalan kehidupan keagamaan.

Kegiatan penyelenggaraan jenazah juga menjadi momentum untuk mempertahankan pengetahuan keagamaan yang selama ini hidup di tengah masyarakat. Pengetahuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada generasi yang telah memahami tata cara penyelenggaraan jenazah, tetapi dapat diteruskan kepada generasi muda.

Hal ini penting mengingat perubahan sosial dan kesibukan masyarakat dapat menyebabkan semakin sedikitnya warga yang memiliki pengalaman langsung dalam menangani penyelenggaraan jenazah. Karena itu, pembekalan secara langsung melalui penyuluhan dan praktik menjadi salah satu langkah untuk memastikan kemampuan tersebut tetap tersedia di tengah masyarakat.

Masyarakat yang mengikuti kegiatan terlihat mendapatkan ruang untuk bertanya dan memperdalam pemahaman mengenai berbagai persoalan yang mungkin muncul ketika melakukan penyelenggaraan jenazah. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga menjadi sarana bertukar pengalaman antara penyuluh agama dan masyarakat.

Pemerintah Kelurahan ATTS berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala dengan mengangkat berbagai tema keagamaan dan sosial yang dibutuhkan masyarakat.

Melalui penyuluhan penyelenggaraan jenazah ini, masyarakat Kelurahan ATTS diharapkan semakin siap menjalankan kewajiban sosial-keagamaan, sekaligus memperkuat semangat kepedulian, kebersamaan dan gotong royong di lingkungan kelurahan.

Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, kepedulian tidak hanya dibutuhkan ketika seseorang masih hidup, tetapi juga ketika keluarga dan lingkungan menghadapi peristiwa duka. Dengan bekal pengetahuan yang memadai, masyarakat dapat hadir membantu secara lebih terarah, tertib dan sesuai tuntunan agama

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....