Muhammadiyah Payakumbuh Berantas Buta Huruf Quran di Lapas

  • 16 Sep 2026 15:51 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Payakumbuh – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Muhammadiyah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, terus bergerak memberantas buta aksara Al-Qur'an bagi para warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Payakumbuh.

Sebagai aksi nyata di lapangan, LDK Muhammadiyah Payakumbuh menyalurkan bantuan berupa puluhan mushaf Al-Qur'an dan buku Iqra' untuk para narapidana pada Rabu (16/9/2026).

Kegiatan ini mendapat apresiasi hangat dari pihak Lapas Kelas IIB Payakumbuh. Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan (Kasubsi Regbimas) Lapas Payakumbuh, Adeka Fitria, S.H., menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian dan bantuan yang disalurkan oleh LDK Muhammadiyah.

Menurutnya, bantuan Al-Qur'an dan program pembinaan keagamaan ini sangat membantu dalam mendukung proses rehabilitasi mental dan spiritual bagi warga binaan.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Payakumbuh, Dr. H. Irwandi Nashir, menjelaskan bahwa aksi dakwah di lembaga pemasyarakatan ini merupakan implementasi dari amanat organisasi hasil keputusan Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Solo pada tahun 2022 lalu.

"LDK dibentuk pasca Muktamar Muhammadiyah di Solo. Dasar pembentukan adalah untuk menghadirkan dakwah dengan pendekatan khusus di komunitas yang jadi sasaran dakwah. Banyak komunitas yang harus dipetakan terlebih dahulu untuk kemudian diberikan dakwah sesuai formulasi yang tepat," tegas Irwandi Nashir yang juga terlibat aktif sebagai narasumber penyusunan peta dakwah.

Berdasarkan data yang ditemukan Ketua LDK Muhammadiyah Payakumbuh, Ustadz Zendra Rosada, S.Ag.,pembinaan ini menyasar ratusan warga binaan dengan tingkat kemampuan membaca yang beragam:

  • Tingkat Dasar (Iqro 1–4): Sekitar 150 orang warga binaan yang memulainya dari pemahaman huruf hijaiyah awal.
  • Tingkat Menengah (Iqro 5–6): Sekitar 50 orang warga binaan.
  • Tingkat Mahir (Al-Qur'an): Sekitar 50 orang warga binaan yang sudah lancar membaca mushaf.
  • Tingkat Pengayaan: Kurang lebih 50 orang warga binaan lainnya.

Guna memastikan pembinaan berjalan secara berkelanjutan dan terstruktur, LDK Muhammadiyah Payakumbuh tidak hanya mengajarkan cara membaca Al-Qur'an secara insidental, tetapi juga menggelar program Pesantren Lapas.

"Di Lapas juga ada program yang didukung LDK Muhamamdiyah, yaitu Pesantren dengan kurikulum per 6 bulan yang saat ini diikuti secara intensif oleh 45 orang warga binaan," ungkap Ustadz Zendra.

Sinergi antara Muhammadiyah dan pihak Lapas ini diharapkan mampu mengubah masa hukuman menjadi ruang pembinaan diri. Melalui penguatan spiritual dan pembebasan dari buta huruf Al-Qur'an, para warga binaan diharapkan memiliki bekal keagamaan dan karakter yang kuat saat kembali ke tengah masyarakat.()

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....