Keluarga Rapuh Krisis Sosial Mengintai, Muhammadiyah Payakumbuh Bergerak
- 26 Agt 2026 11:39 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Payakumbuh— Maraknya kasus perceraian, tekanan ekonomi yang kian mencekik, hingga melesetnya pola asuh anak akibat gempuran era digital makin mengancam keutuhan rumah tangga saat ini. Fenomena sosial kekinian ini memperlihatkan betapa rentannya benteng keluarga jika tidak dibekali pondasi keagamaan dan mental yang kokoh.
Merespons ancaman krisis sosial tersebut, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Payakumbuh bergerak cepat dengan menggelar Pengkajian Khusus bertajuk "Keluarga Tangguh, Umat Berdaya". Agenda ini dijadwalkan berlangsung pada Ahad (30/8/2026) mulai pukul 09.30 WIB di Masjid Ansharullah Muhammadiyah Kota Payakumbuh. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin bulanan dalam program Pengajian Daerah Muhammadiyah dan 'Aisyiyah.

Pengkajian ini menghadirkan Ketua Pengadilan Agama Kota Bukittinggi, Dr. H. Salman Tuanku Rajo, sebagai narasumber utama. Berdasarkan pengalamannya menangani berbagai perkara keretakan rumah tangga di meja hijau, ia akan mengupas tuntas formula nyata membangun keluarga tahan banting dari sudut pandang hukum Islam dan realitas sosial.
Ketua PDM Kota Payakumbuh, Ustadz Dr. H. Irwandi Nashir, menegaskan bahwa ketahanan keluarga adalah kunci utama agar umat tidak hancur dari dalam.
"Keluarga adalah benteng paling depan. Kalau rumah tangga goyah, umat ikut ambruk. Kita harus membentengi keluarga dengan iman, pemahaman hukum, dan empati," ujar Irwandi.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat luas—mulai dari ibu rumah tangga, kepala keluarga, jamaah rutin, hingga warga umum lainnya—untuk berbondong-bondong menghadiri pengkajian terbuka ini demi menyerap ilmu dan menyelamatkan masa depan generasi mendatang.
Semarak dakwah di Masjid Ansharullah Muhammadiyah Kota Payakumbuh sendiri memang tidak pernah padam. Menurut Dr. Irwandi Nashir selain pengajian bulanan ini, masjid tersebut aktif menggelar kajian rutin tiap malam serta kajian Shubuh pada Ahad pagi. Organisasi 'Aisyiyah juga turut menyokong pembinaan umat melalui kajian khusus tiap Jumat pagi yang terbagi dalam dua sesi, yakni pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.
Tak berhenti pada penguatan spiritual dan keilmuan, denyut dakwah Muhammadiyah Payakumbuh turut diwujudkan secara nyata melalui aksi sosial-ekonomi. Lewat Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LazisMu) Payakumbuh, organisasi ini aktif menyalurkan bantuan pemberdayaan ekonomi bagi kaum dhuafa, pembinaan bagi para mualaf, hingga sokongan bantuan biaya pendidikan bagi generasi penerus bangsa.()
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....