TMOL BKPRMI Bukittinggi Cetak Pemimpin Muda Masjid Berkarakter

  • 13 Sep 2026 12:22 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Semangat generasi muda untuk aktif dalam kegiatan keagamaan dan organisasi kepemudaan terlihat dalam Pelatihan Manajemen Organisasi dan Kepemimpinan atau Training Management Organization & Leadership (TMOL) bagi Remaja Masjid dan Mushalla se-Kota Bukittinggi.

Kegiatan yang digelar Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Bukittinggi tersebut diikuti sebanyak 96 peserta yang berasal dari berbagai masjid, mushalla, serta kalangan pelajar SLTP dan SLTA di Kota Bukittinggi.

TMOL ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis,STP Sutan Saidi pada pukul 09.00 WIB. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-49 BKPRMI, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas generasi muda dalam mengelola organisasi dan menjalankan peran strategis di lingkungan masjid.

Menariknya, antusiasme peserta telah terlihat sejak pagi hari. Meskipun registrasi ulang baru dibuka pukul 07.00 hingga 07.30 WIB, sejumlah peserta telah datang sejak sekitar pukul 06.50 WIB.

Bahkan, ketika sesi pertama dimulai pada pukul 07.30 WIB, lebih dari 70 peserta telah hadir dan mengikuti materi yang disampaikan Ustadz H. Salman, S.Hi., M.A., dengan topik kepemimpinan.

Kedisiplinan peserta tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keberadaan remaja masjid masih memiliki daya tarik kuat bagi generasi muda, terutama ketika kegiatan yang diberikan mampu menjawab kebutuhan mereka dalam berorganisasi dan mengembangkan potensi diri.

Ketua Panitia TMOL BKPRMI Kota Bukittinggi, Firdaus, S.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa panitia sebelumnya mengundang perwakilan dari sekitar 50 masjid serta SLTP dan SLTA se-Kota Bukittinggi.

Di luar perkiraan, seluruh peserta yang mendaftar mencapai 96 orang.

Firdaus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan antusiasme tinggi. Ia juga memberikan penghargaan kepada Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, yang dinilai telah memberikan fasilitasi dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menghadirkan kegiatan pembinaan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi remaja masjid.

Sementara itu, Ketua BKPRMI Kota Bukittinggi, Dr. H. Januar, M.Pd., memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, serta Pemerintah Kota Bukittinggi yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan TMOL.

Ia menilai keterlibatan aktif generasi muda dalam kegiatan masjid perlu terus didorong. Remaja masjid bukan hanya diharapkan menjadi pelaksana kegiatan keagamaan, tetapi juga perlu dipersiapkan menjadi generasi yang memiliki kemampuan kepemimpinan, komunikasi, manajemen organisasi, serta kepedulian sosial.

Menurut Januar, kegiatan TMOL menjadi salah satu langkah untuk membangun kemampuan tersebut sejak dini.

Ia juga mengungkapkan bahwa BKPRMI Kota Bukittinggi akan melanjutkan berbagai program yang melibatkan Remaja Masjid di daerah itu. Salah satunya melalui agenda BKPRMI Award 2027, yang direncanakan memberikan penghargaan kepada masjid dan mushalla terbaik di Kota Bukittinggi.

Salah satu indikator penilaian dalam penghargaan tersebut adalah keaktifan Remaja Masjid.

Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan remaja dalam ekosistem masjid tidak hanya dipandang sebagai pelengkap kegiatan, tetapi menjadi salah satu unsur penting dalam menentukan keberlangsungan dan kemajuan aktivitas masjid.

Dalam konteks pembinaan generasi muda, keterlibatan remaja di masjid juga dapat menjadi ruang pembelajaran sosial. Melalui organisasi, para remaja dapat belajar membagi tugas, menyusun program, bekerja dalam tim, menyelesaikan persoalan, berkomunikasi dengan masyarakat, hingga mempertanggungjawabkan kegiatan yang dilaksanakan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan terima kasih kepada BKPRMI yang telah ikut mendukung program Pemerintah Kota Bukittinggi, khususnya dalam pencanangan Surau Gemilang.

Ia menilai keberadaan BKPRMI memiliki posisi penting dalam membantu pemerintah membangun generasi muda yang dekat dengan masjid dan memiliki karakter positif.

Ibnu Asis juga menyampaikan rasa salut terhadap kedisiplinan peserta TMOL. Menurutnya, kehadiran peserta sejak pagi bahkan sebelum registrasi dimulai menunjukkan tingginya semangat remaja masjid untuk mengikuti kegiatan pembinaan.

Ia menilai kedisiplinan tersebut merupakan bagian penting dari karakter seorang pemimpin.

Pelatihan manajemen organisasi dan kepemimpinan seperti TMOL tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai bagaimana menjalankan sebuah organisasi. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk membentuk pola pikir generasi muda agar mampu menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, mampu bekerja sama, memiliki integritas, serta memahami kebutuhan masyarakat di sekitarnya.

Masjid dan mushalla sendiri memiliki potensi besar sebagai pusat pembinaan generasi muda. Tidak hanya sebagai tempat ibadah, masjid dapat menjadi ruang pendidikan, pembentukan karakter, pengembangan kreativitas, kegiatan sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.

Karena itu, keaktifan Remaja Masjid menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan suasana masjid yang ramah bagi generasi muda.

TMOL BKPRMI Kota Bukittinggi juga memperlihatkan bahwa pembinaan organisasi dapat dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk kedisiplinan mengikuti jadwal, kemampuan menerima materi, keberanian berkomunikasi, serta kesediaan bekerja bersama peserta lain.

Menariknya, pelaksanaan kegiatan sejak sesi pertama hingga rangkaian acara berikutnya berjalan sesuai dengan waktu yang telah disusun panitia. Ketepatan waktu tersebut menjadi contoh langsung mengenai penerapan manajemen organisasi yang baik.

Dengan diikuti 96 peserta dan dukungan Pemerintah Kota Bukittinggi, TMOL BKPRMI diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan semata. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan kembali di masjid dan mushalla masing-masing.

Para peserta diharapkan mampu menjadi penggerak kegiatan positif bagi teman sebaya, menciptakan program kreatif di lingkungan masjid, serta ikut membangun hubungan yang lebih erat antara generasi muda dengan kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat.

Momentum Milad ke-49 BKPRMI pun menjadi pengingat bahwa regenerasi merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi dan aktivitas kemasjidan.

Dengan membekali remaja sejak sekarang melalui pendidikan kepemimpinan dan manajemen organisasi, diharapkan akan lahir generasi muda Bukittinggi yang tidak hanya aktif di masjid, tetapi juga mampu menjadi pemimpin yang berkontribusi bagi masyarakat, daerah, dan bangsa di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....