Luar Biasa, Shabirin Memang Figur Terbaik Yang Jarang Dimiliki Anggota Dewan

  • 17 Agt 2026 18:39 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi – Lapangan Wirabraja atau Lapangan Kantin menjadi saksi upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin 17 Agustus 2026.

Usai penghormatan bendera, H. Shabirin Rachmat, S.Sos melangkah turun menyapa pelajar dan warga tanpa sekat.

Di saat yang sama, Istana Merdeka di Jakarta juga menggelar upacara kenegaraan bersama Presiden Prabowo Subianto.

Semangat kemerdekaan itu mengalir serentak dari pusat hingga ke daerah-daerah seperti Bukittinggi.

Puluhan pelajar se-Kota Bukittinggi tampil paduan suara dengan balutan pakaian tradisional dari penjuru Nusantara.

Shabirin menghampiri barisan, lalu ikut bernyanyi dan menari bersama anak-anak dengan riang.

Momen itu tumbuh di jantung Bukittinggi dan disaksikan mata warga yang hadir.

Wakil rakyat Partai Gerindra memilih duduk setara, tertawa, dan merayakan kemerdekaan bersama anak muda.

Usai acara, Shabirin berhenti memberi keterangan pers kepada wartawan yang menantinya.

“Gabung dengan adik-adik pelajar ini bentuk motivasi agar mereka berani bermimpi besar,” ujarnya.

Ia lalu menggandeng anggota paduan suara maju menjawab pertanyaan insan jurnalis.

“Ayo adik-adik bersuara di media massa, ceritakan semangat kemerdekaan yang kalian nyanyikan,” ajak Shabirin.

Para pelajar menjawab pertanyaan wartawan dengan suara jernih dan mata berbinar.

Shabirin berdiri di samping, mengangguk bangga mendengar harapan yang mereka sampaikan.

Keberanian tampil di muka umum sudah Shabirin tempa sejak masa kecil.

Bekal panggung itu kini ia pakai untuk memimpin dan merawat kebersamaan di tengah rakyat.

Sikap murah senyum, dermawan, humoris dan bersahaja membuat Shabirin mudah didekati semua.

Shabirin mendapatkan tempat di semua lapisan, mulai rumah adat hingga ruang kelas sekolah.

Kaum adat menghormati, kaum ulama merangkul, dunia pendidikan juga mengenal namanya.

Di bidang sosial kemanusiaan, olahraga dan ekonomi, namanya disebut dengan rasa hormat.

Tidak banyak anggota dewan bersedia turun, menari, lalu memberi panggung kepada pelajar.

Shabirin membuktikan jabatan bukan tembok, melainkan jembatan untuk merakyat dan merendah.

Seorang ibu menggandeng anak perempuannya meminta foto bersama sang legislator.

“Doakan anak saya tumbuh hebat seperti Inyiak,” pintanya, dan Shabirin mengaminkan dengan tulus.

Penampilan bersama paduan suara bukan pertama kali Shabirin lakukan di peringatan.

Tahun lalu ia juga menghadirkan seni untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan di kota ini.

Para guru dan orang tua memanggil “Inyiak Shabirin” sambil menjabat tangan hangat.

Mereka merasa dekat karena wakil rakyat itu tidak pernah membangun jarak.

Dari Lapangan Kantin, Bukittinggi belajar tentang pemimpin yang hadir dengan hati.

Shabirin menunjukkan jabatan dipakai untuk mengabdi, merakyat, dan meninggalkan jejak cinta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....