Inyiak Dt. Rajo Endah: Kepemmpinan MUSKB & LMKB Momentum Perkuat Adat & Syara di Kurai

  • 03 Agt 2026 15:40 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi – Kepemimpinan baru di Majelis Umat Syarak Kurai Bukittinggi (MUSKB) dan Lembaga Musyawarah Kurai Bukittinggi (LMKB) diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara adat, syarak, dan cadiak pandai dalam menjaga marwah masyarakat Kurai Limo Jorong.

Harapan tersebut disampaikan Rudy Gunawan Syarfi,SE.M.M.TR inyiak Datuak Rajo Endah, yang mengucapkan selamat dan sukses kepada Buya Marfendi Datuak Basa Balimo atas amanah sebagai Ketua MUSKB periode 2026–2031 serta kepada Taufik Tk. Mudo sebagai Ketua LMKB periode 2026–2031.

Menurut Datuak Rajo Endah, amanah yang diemban kedua tokoh tersebut bukan sekadar memimpin organisasi, tetapi juga membawa tanggung jawab besar untuk memperkuat kolaborasi antara kaum syarak, kaum adat, dan cadiak pandai sebagai tiga pilar utama masyarakat Kurai yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

"Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu menjadi penggerak lahirnya berbagai program strategis yang memperkokoh kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat Kurai," ujarnya.

Ia menilai salah satu agenda penting yang perlu menjadi perhatian MUSKB dan LMKB adalah menyiapkan regenerasi ulama dan tokoh agama dari kalangan anak nagari. Menurutnya, pembinaan kader ulama, mubaligh, imam, khatib, serta guru agama harus dilakukan secara terencana agar estafet kepemimpinan keagamaan tetap terjaga sekaligus mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

Selain itu, Rudy berharap kedua lembaga membangun komunikasi yang semakin erat dengan berbagai organisasi keagamaan di Kota Bukittinggi, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Dakwah, Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Badan Kemakmuran Masjid (BKM), serta organisasi Islam lainnya.

Ia juga menekankan pentingnya memberikan ruang keterwakilan yang proporsional bagi ulama dan mubaligh yang lahir, dibina, dan mendapat amanah dari delapan Masjid Jami' Kurai Limo Jorong dalam struktur kepemimpinan organisasi-organisasi keagamaan.

"Harapan ini bukan untuk mengurangi peran unsur lainnya, melainkan sebagai upaya menjaga kesinambungan sejarah, marwah, dan jati diri masyarakat Kurai. Sejak dahulu kaum adat dan kaum syarak berjalan beriringan dalam membina umat serta membimbing anak kemenakan," katanya.

Rudy optimistis Bukittinggi akan semakin kuat apabila hubungan harmonis antara adat, syarak, dan cadiak pandai terus dipelihara. Dari sinergi tersebut akan lahir pemimpin-pemimpin yang memahami akar budaya, memiliki kedalaman ilmu agama, serta mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.

Mengakhiri pernyataannya, Rudy menyampaikan doa agar kepemimpinan Buya Marfendi Datuak Basa Balimo dan Taufik Tk. Mudo senantiasa diberikan kekuatan, taufik, hidayah, serta keberkahan dalam menjalankan amanah.

"Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Syarak mangato, adat mamakai."

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Kurai untuk terus menjaga hubungan yang harmonis antara adat dan syarak sebagai fondasi utama dalam membangun generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu menjaga marwah Kurai Limo Jorong di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....