Prof Anhar Gonggong Tegaskan Bukittinggi Kota Kedaruratan Republik

  • 25 Jun 2026 19:00 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi: Sejarawan senior Prof Anhar Gonggong menegaskan kekhasan Bukittinggi perjuangan kemerdekaan. Pernyataan disampaikan Kamis 18 Juni 2026 di Balairung Rumah Dinas Wali Kota.

Prof Anhar mengingatkan Pemko Bukittinggi menambah kelanjutan kata Kota Perjuangan. Kelanjutan memberi kekhasan tidak dimiliki daerah lain masa mempertahankan kedaulatan bangsa.

"Harus diingat perjuangan mempertahankan kemerdekaan berada semua kota," ungkapnya. Prof Anhar menyebut persoalannya apa khas Bukittinggi dibanding kota lain Indonesia.

Beliau mengusulkan sebutan Kota Perjuangan Kedaruratan Republik membedakan Bukittinggi. Sebutan mencerminkan peran Bukittinggi ibu kota Pemerintahan Darurat Republik Indonesia PDRI.

Prof Anhar meminta Pemko Bukittinggi mendiskusikan kekhasan perjuangan Bukittinggi pemerintah. Diskusi mengajukan status khusus seperti Papua Yogyakarta ibukota kedua Republik.

Saat Belanda agresi kedua Amerika mengingatkan posisi Indonesia penting puluhan tahun. Belanda mengabaikan peringatan tetap melancarkan agresi militer dua kawasan Sumatera.

"Pemerintah Amerika telah mengingatkan Belanda posisi Indonesia sangat penting," jelasnya. Bukittinggi menyelamatkan eksistensi Republik saat krisis agresi militer Belanda 1948.

Prof Anhar mendukung Wali Kota memperjuangkan kota istimewa berdasar sejarah. Dukungan berdasar kenyataan sejarah Bukittinggi sikap berbeda daerah lain periode kemerdekaan.

Pemko Bukittinggi diharapkan menindaklanjuti rekomendasi Prof Anhar menjadikan sejarah modal. Modal membangun karakter generasi muda Bukittinggi berdaya saing nasional berakhlak mulia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....