UIN Bukittinggi Lantik 20 Pejabat, Utamakan Dampak Kerja

  • 10 Sep 2026 19:49 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Sebanyak 20 pejabat fungsional UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dilantik dalam prosesi nasional yang digelar melalui Zoom Meeting, Rabu (9/9/2026). Prosesi dipimpin Kepala Biro SDM Kementerian Agama RI, Muhammad Zain, dan diikuti dari Gedung Rektorat lantai 1 UIN Bukittinggi.

Rektor Prof. Silfia Hanani bersama seluruh Wakil Rektor, plt. Kepala Biro UAPK, para dekan, kepala unit dan lembaga, bagian kepegawaian serta kepala bagian tata usaha fakultas hadir mengikuti prosesi tersebut.

Dalam arahannya, Muhammad Zain menyoroti ukuran kerja ASN yang menurutnya tidak berhenti pada penyelesaian tugas. Ia meminta pejabat yang dilantik di lingkungan Kementerian Agama memastikan pekerjaan yang dilakukan menghasilkan dampak.

“Menjadi ASN itu bukan hanya soal hadir, bekerja, kemudian menerima hak. Yang lebih penting adalah apa dampak dari pekerjaan kita. Setiap tugas harus menghasilkan sesuatu yang bisa dirasakan dan memberi nilai bagi organisasi maupun masyarakat,” ujar Muhammad Zain.

Ia juga mengingatkan agar aktivitas kerja tidak berhenti pada rutinitas. Target dan hasil, menurutnya, harus menjadi bagian dari cara ASN melihat pekerjaannya.

“Jangan sampai kita sibuk dengan pekerjaan, tetapi tidak ada perubahan yang dihasilkan. ASN harus bekerja dengan target yang jelas, memahami apa yang ingin dicapai, dan memastikan kehadirannya membawa dampak,” katanya.

Di UIN Bukittinggi, pelantikan tersebut mencakup 16 pejabat fungsional dosen dan empat pejabat fungsional keuangan. Mereka dilantik untuk menjalankan tugas sesuai bidang fungsional masing-masing.

Rektor Prof. Silfia Hanani mengatakan pesan tersebut sejalan dengan kebutuhan institusi terhadap pejabat fungsional yang tidak hanya memenuhi tugas jabatan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas pekerjaan.

“Jabatan yang hari ini diberikan bukan sekadar perubahan posisi, tetapi ada tanggung jawab yang ikut melekat di dalamnya,” kata Silfia.

Menurutnya, peningkatan jenjang dan kompetensi harus terlihat dalam pekerjaan yang dihasilkan. Apa yang bertambah pada kompetensi seseorang, kata Silfia, semestinya ikut memberi nilai tambah bagi institusi.

“Jangan hanya mengejar capaian untuk diri sendiri. Apa yang saudara capai dalam jabatan fungsional harus kembali kepada institusi. Kalau kompetensi kita meningkat, maka harus ada kontribusi yang ikut meningkat untuk UIN Bukittinggi,” ujarnya.

Enam belas pejabat fungsional dosen yang dilantik yakni Agus Sundari, Ahmad Zaki, Anandita Yahya, Hanif A’la Ilhami, Hardiansyah Padli, Harifa Hananti, Ifkar, Ihdi Syahputra Ritonga, Irma Andriani, Khairul Amin, Miftahurrahmah, Muflihatuz Zakiyah, Muhammad Rahfiqa Zainal, Rizkia Ramadhani, Rosi Ramayanti, dan Yudelnilastia.

Sementara itu, empat pejabat fungsional keuangan yang dilantik yakni Facne Yandre Fachri sebagai Analis Pengelolaan Keuangan APBN, serta Feny Herlina N, Muslim Daniel, dan Nelgustinisis sebagai Pranata Keuangan APBN.

Bagi Silfia, jabatan fungsional pada akhirnya akan dinilai dari kerja yang dihasilkan. Ia meminta para pejabat yang baru dilantik tidak berhenti pada capaian personal, tetapi membawa peningkatan tersebut ke dalam pekerjaan di lingkungan UIN Bukittinggi.

“Kalau kita ingin UIN Bukittinggi terus bergerak maju, maka setiap orang harus mengambil bagian di dalamnya. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh, karena yang kita bangun bukan hanya karier pribadi, tetapi juga masa depan institusi,” tutup Silfia. (*Humas UIN Bukittinggi/WA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....